MITRA MEDIA : Kemensos Salurkan Rp14,65 Miliar untuk Korban Gempa NTT

- Jurnalis

Rabu, 19 Agustus 2026 - 03:26 WIB

facebook twitter Kemensos Salurkan Rp14,65 Miliar untuk Korban Gempa NTT

JAKARTA, 18 Agustus 2026 – Kementerian Sosial menyalurkan bantuan senilai Rp14,652 miliar untuk mendukung penanganan darurat gempa bumi yang melanda sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur. Bantuan tersebut mencakup kebutuhan dasar, layanan pengungsian, dapur umum, logistik, serta santunan korban.

Kemensos Salurkan Bantuan Rp14,65 Miliar

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak gempa. Penanganan dilakukan bersama kementerian dan lembaga terkait, TNI-Polri, pemerintah daerah, serta unsur penanggulangan bencana.

“Bersama dengan sejumlah menteri, di bawah koordinasi Menko PMK menindaklanjuti arahan Bapak Presiden,” ujar Gus Ipul di Gedung Aneka Bhakti Kementerian Sosial, Selasa (18/8/2026).

Gus Ipul menyebut gempa yang terjadi pada 15 Agustus 2026 berdampak pada tiga provinsi, sembilan kabupaten, dan satu kota. Di NTT, wilayah terdampak mencakup Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Ngada, Sikka, dan Ende.

70 Orang Meninggal dan 31.220 Mengungsi

Berdasarkan data sementara hingga 18 Agustus 2026, sebanyak 70 orang meninggal dunia akibat gempa. Selain itu, 665 orang mengalami luka-luka, 31.220 orang mengungsi, dan 16.411 keluarga terdampak.

Kerusakan juga terjadi pada ribuan rumah. Tercatat 12.153 rumah terdampak, dengan rincian 6.578 rumah rusak berat, 1.660 rusak sedang, dan 3.915 rusak ringan.

Gempa turut merusak 264 fasilitas pendidikan, 83 fasilitas kesehatan yang terdiri atas sembilan rumah sakit dan 74 puskesmas, serta 116 fasilitas umum.

Selain itu, sebanyak 157 rumah ibadah, 171 unit kantor, tujuh fasilitas irigasi, satu pasar, satu gudang Bulog, 34 fasilitas lainnya, dan lima jembatan turut terdampak.

“Kerugian material sekarang masih dalam proses pendataan, tentu jumlahnya akan bertambah,” kata Gus Ipul.

Rincian Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Total dukungan Kemensos mencapai Rp14,652 miliar. Bantuan tersebut disalurkan dalam berbagai bentuk untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama masa tanggap darurat.

Rinciannya terdiri atas 48 ton beras reguler senilai Rp672 juta dan 7.500 paket sembako senilai Rp2,25 miliar. Kemensos juga menyediakan perlengkapan pengungsian serta kebutuhan dapur umum di tujuh titik dengan nilai Rp5,167 miliar.

Sementara itu, buffer stock logistik yang disiapkan mencapai Rp4,518 miliar. Bantuan tersebut ditujukan untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat terdampak selama proses penanganan bencana berlangsung.

Santunan untuk Korban Meninggal dan Luka Berat

Kemensos juga menyiapkan santunan bagi korban gempa. Sebanyak 70 ahli waris korban meninggal dunia akan menerima santunan Rp15 juta per orang dengan total Rp1,05 miliar.

Sementara itu, 199 korban luka berat mendapatkan santunan masing-masing Rp5 juta. Total anggaran santunan bagi korban luka berat mencapai Rp995 juta.

“Per hari ini sudah ada Rp14 miliar lebih dukungan yang diberikan dari Kementerian Sosial. Ini yang dari Kementerian Sosial. Karena ini adalah uang rakyat, maka itu kami sampaikan rinciannya,” ujar Gus Ipul.

Dapur Umum Kemensos Beroperasi di Tiga Kabupaten

Untuk memenuhi kebutuhan makanan pengungsi, Kemensos telah mengoperasikan dapur umum di tiga kabupaten. Layanan tersebut disesuaikan dengan jumlah masyarakat yang membutuhkan bantuan.

Di Kabupaten Nagekeo, dapur umum menyediakan sekitar 2.000 bungkus makanan setiap hari. Sementara dapur umum di Sikka memproduksi sekitar 4.500 bungkus makanan per hari dan di Manggarai sekitar 3.000 bungkus per hari.

Dapur umum di Manggarai Timur, Manggarai Barat, Ende, dan Ngada masih dalam tahap asesmen untuk menentukan kebutuhan layanan selanjutnya.

Selain dapur umum yang dikelola Kemensos, masyarakat juga membentuk dapur mandiri. Kemensos memberikan bantuan bahan makanan untuk kemudian diolah dan didistribusikan melalui dapur tersebut.

7.500 Paket Sembako Disalurkan

Kemensos mengalokasikan 7.500 paket sembako ke sejumlah wilayah terdampak. Sebanyak 1.000 paket diberikan untuk Nagekeo, 2.000 paket untuk Sikka, 500 paket untuk Manggarai Timur, 2.000 paket untuk Ende, dan 2.000 paket untuk Ngada.

Selain sembako, buffer stock di NTT mencakup 6.000 paket makanan siap saji, 1.624 paket makanan anak, 1.700 lembar tenda gulung, 39 unit tenda keluarga, dan 22 unit tenda serbaguna.

Bantuan lainnya terdiri atas 600 paket family kit, 840 paket kids ware, 600 lembar kasur, 1.200 lembar selimut, 150 paket sandang dewasa, 600 paket sandang anak, 800 paket shower kit, dua unit dapur umum lapangan, serta 10 unit lampu emergensi.

Pulau Palue Jadi Salah Satu Wilayah Prioritas

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengatakan, salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Pulau Palue di Kabupaten Sikka. Wilayah tersebut mengalami dampak gempa cukup parah sehingga membutuhkan pengiriman bantuan secara khusus.

Kemensos bersama BNPB mengirimkan kebutuhan mendesak ke Pulau Palue menggunakan helikopter dan kapal feri. Pengiriman dilakukan untuk mempercepat distribusi bantuan ke wilayah yang terdampak dan memiliki tantangan akses.

“Di sana ternyata dampaknya sangat parah. Pulau Palue itu di Kabupaten Sikka. Kemensos bekerja sama dengan BNPB menyediakan barang-barang kebutuhan mendesak, yang kemudian diangkut menggunakan heli maupun menggunakan kapal ferry,” kata Agus.

Kebutuhan Pengungsi Meliputi Pangan dan Perlengkapan

Agus mengatakan kebutuhan masyarakat di lokasi bencana saat ini masih didominasi kebutuhan tanggap darurat. Bantuan pangan, tenda, pakaian, selimut, serta kebutuhan khusus bagi perempuan dan anak menjadi prioritas.

Selain kebutuhan dasar, pemulihan akses jalan juga menjadi perhatian. Sejumlah ruas jalan terdampak longsor dan tertutup material batu sehingga perlu segera dibuka agar mobilisasi bantuan dapat berjalan.

Pemulihan jaringan listrik dan jaringan komunikasi juga dilakukan bersama kementerian serta lembaga terkait. Langkah tersebut diperlukan agar aktivitas masyarakat dan distribusi bantuan dapat kembali berjalan.

Penanganan Pengungsi Dilakukan di Tiga Kondisi

Agus menjelaskan, kondisi pengungsi di wilayah terdampak terbagi menjadi tiga kelompok. Pertama, masyarakat yang terkonsentrasi di shelter atau tempat pengungsian.

Kedua, terdapat pengungsi mandiri yang tinggal di lokasi pilihan mereka. Ketiga, pemerintah masih mengidentifikasi masyarakat yang berada di wilayah terisolir akibat dampak gempa dan gangguan akses.

Mobilisasi personel dilakukan dari berbagai unsur, termasuk TNI-Polri, Basarnas, Taruna Siaga Bencana (Tagana), serta tim penanggulangan bencana lainnya.

Kemensos Siapkan Dukungan Psikososial

Penanganan korban gempa tidak hanya dilakukan melalui bantuan logistik. Kemensos juga mengerahkan tim Layanan Dukungan Psikososial untuk membantu masyarakat menghadapi dampak mental dan sosial akibat bencana.

Layanan tersebut diarahkan untuk membantu mengurangi trauma dan stres, sekaligus mendukung individu serta keluarga agar dapat kembali menjalankan aktivitas secara normal dan mandiri.

Dukungan pemerintah juga akan berlanjut setelah fase tanggap darurat selesai. Kemensos menyiapkan program pemulihan dan pemberdayaan untuk membantu masyarakat terdampak kembali menjalani kehidupan setelah bencana.

Penanganan Gempa NTT Terus Dikoordinasikan

Agus menegaskan distribusi bantuan terus dikoordinasikan dengan pemerintah daerah, TNI-Polri, BNPB, dan unsur terkait. Koordinasi dilakukan agar bantuan dapat menjangkau seluruh keluarga yang terdampak.

“Kami terus berkoordinasi, berkolaborasi, memastikan bahwa seluruh dukungan bisa sampai kepada mereka atau keluarga yang terdampak,” ujarnya.

Gus Ipul juga memastikan Sekolah Rakyat yang telah berjalan di Kota Kupang tidak terdampak gempa. Sementara penyelenggaraan Sekolah Rakyat di sejumlah kabupaten lain masih berada dalam tahap persiapan.

Pemerintah juga menekankan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana. Evakuasi dan penyelamatan korban didahulukan sebelum pemerintah menjalankan tahapan penanganan berikutnya.

“Setiap prosedur bencana yang penting adalah evakuasi dulu, penyelamatan dulu. Yang pertama itu dulu,” tegas Gus Ipul.

Penulis : Amanda

Untuk Pertama Terbit di : EXPOSE NET - News
Oleh : Fatiha Amanda

Hak Cipta : EXPOSE NET - News - Berita Terkini & Viral: Objektif, Tajam, dan Edukatif.

%0A%0A_Baca selengkapnya:_ %0A https://news.danakirtimedia.co.id/mitra-media-kemensos-salurkan-rp1465-miliar-untuk-korban-gempa-ntt/" data-action="share/whatsapp/share" onclick="window.open(this.href,'window','width=640,height=480,resizable,scrollbars,toolbar,menubar') ;return false;" title="share ke whatsapp">whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon Kemensos Salurkan Rp14,65 Miliar untuk Korban Gempa NTT

JAKARTA, 18 Agustus 2026 – Kementerian Sosial menyalurkan bantuan senilai Rp14,652 miliar untuk mendukung penanganan darurat gempa bumi yang melanda sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur. Bantuan tersebut mencakup kebutuhan dasar, layanan pengungsian, dapur umum, logistik, serta santunan korban.

Kemensos Salurkan Bantuan Rp14,65 Miliar

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak gempa. Penanganan dilakukan bersama kementerian dan lembaga terkait, TNI-Polri, pemerintah daerah, serta unsur penanggulangan bencana.

“Bersama dengan sejumlah menteri, di bawah koordinasi Menko PMK menindaklanjuti arahan Bapak Presiden,” ujar Gus Ipul di Gedung Aneka Bhakti Kementerian Sosial, Selasa (18/8/2026).

Gus Ipul menyebut gempa yang terjadi pada 15 Agustus 2026 berdampak pada tiga provinsi, sembilan kabupaten, dan satu kota. Di NTT, wilayah terdampak mencakup Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Ngada, Sikka, dan Ende.

70 Orang Meninggal dan 31.220 Mengungsi

Berdasarkan data sementara hingga 18 Agustus 2026, sebanyak 70 orang meninggal dunia akibat gempa. Selain itu, 665 orang mengalami luka-luka, 31.220 orang mengungsi, dan 16.411 keluarga terdampak.

Kerusakan juga terjadi pada ribuan rumah. Tercatat 12.153 rumah terdampak, dengan rincian 6.578 rumah rusak berat, 1.660 rusak sedang, dan 3.915 rusak ringan.

Gempa turut merusak 264 fasilitas pendidikan, 83 fasilitas kesehatan yang terdiri atas sembilan rumah sakit dan 74 puskesmas, serta 116 fasilitas umum.

Selain itu, sebanyak 157 rumah ibadah, 171 unit kantor, tujuh fasilitas irigasi, satu pasar, satu gudang Bulog, 34 fasilitas lainnya, dan lima jembatan turut terdampak.

“Kerugian material sekarang masih dalam proses pendataan, tentu jumlahnya akan bertambah,” kata Gus Ipul.

Rincian Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Total dukungan Kemensos mencapai Rp14,652 miliar. Bantuan tersebut disalurkan dalam berbagai bentuk untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama masa tanggap darurat.

Rinciannya terdiri atas 48 ton beras reguler senilai Rp672 juta dan 7.500 paket sembako senilai Rp2,25 miliar. Kemensos juga menyediakan perlengkapan pengungsian serta kebutuhan dapur umum di tujuh titik dengan nilai Rp5,167 miliar.

Sementara itu, buffer stock logistik yang disiapkan mencapai Rp4,518 miliar. Bantuan tersebut ditujukan untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat terdampak selama proses penanganan bencana berlangsung.

Santunan untuk Korban Meninggal dan Luka Berat

Kemensos juga menyiapkan santunan bagi korban gempa. Sebanyak 70 ahli waris korban meninggal dunia akan menerima santunan Rp15 juta per orang dengan total Rp1,05 miliar.

Sementara itu, 199 korban luka berat mendapatkan santunan masing-masing Rp5 juta. Total anggaran santunan bagi korban luka berat mencapai Rp995 juta.

“Per hari ini sudah ada Rp14 miliar lebih dukungan yang diberikan dari Kementerian Sosial. Ini yang dari Kementerian Sosial. Karena ini adalah uang rakyat, maka itu kami sampaikan rinciannya,” ujar Gus Ipul.

Dapur Umum Kemensos Beroperasi di Tiga Kabupaten

Untuk memenuhi kebutuhan makanan pengungsi, Kemensos telah mengoperasikan dapur umum di tiga kabupaten. Layanan tersebut disesuaikan dengan jumlah masyarakat yang membutuhkan bantuan.

Di Kabupaten Nagekeo, dapur umum menyediakan sekitar 2.000 bungkus makanan setiap hari. Sementara dapur umum di Sikka memproduksi sekitar 4.500 bungkus makanan per hari dan di Manggarai sekitar 3.000 bungkus per hari.

Dapur umum di Manggarai Timur, Manggarai Barat, Ende, dan Ngada masih dalam tahap asesmen untuk menentukan kebutuhan layanan selanjutnya.

Selain dapur umum yang dikelola Kemensos, masyarakat juga membentuk dapur mandiri. Kemensos memberikan bantuan bahan makanan untuk kemudian diolah dan didistribusikan melalui dapur tersebut.

7.500 Paket Sembako Disalurkan

Kemensos mengalokasikan 7.500 paket sembako ke sejumlah wilayah terdampak. Sebanyak 1.000 paket diberikan untuk Nagekeo, 2.000 paket untuk Sikka, 500 paket untuk Manggarai Timur, 2.000 paket untuk Ende, dan 2.000 paket untuk Ngada.

Selain sembako, buffer stock di NTT mencakup 6.000 paket makanan siap saji, 1.624 paket makanan anak, 1.700 lembar tenda gulung, 39 unit tenda keluarga, dan 22 unit tenda serbaguna.

Bantuan lainnya terdiri atas 600 paket family kit, 840 paket kids ware, 600 lembar kasur, 1.200 lembar selimut, 150 paket sandang dewasa, 600 paket sandang anak, 800 paket shower kit, dua unit dapur umum lapangan, serta 10 unit lampu emergensi.

Pulau Palue Jadi Salah Satu Wilayah Prioritas

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengatakan, salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Pulau Palue di Kabupaten Sikka. Wilayah tersebut mengalami dampak gempa cukup parah sehingga membutuhkan pengiriman bantuan secara khusus.

Kemensos bersama BNPB mengirimkan kebutuhan mendesak ke Pulau Palue menggunakan helikopter dan kapal feri. Pengiriman dilakukan untuk mempercepat distribusi bantuan ke wilayah yang terdampak dan memiliki tantangan akses.

“Di sana ternyata dampaknya sangat parah. Pulau Palue itu di Kabupaten Sikka. Kemensos bekerja sama dengan BNPB menyediakan barang-barang kebutuhan mendesak, yang kemudian diangkut menggunakan heli maupun menggunakan kapal ferry,” kata Agus.

Kebutuhan Pengungsi Meliputi Pangan dan Perlengkapan

Agus mengatakan kebutuhan masyarakat di lokasi bencana saat ini masih didominasi kebutuhan tanggap darurat. Bantuan pangan, tenda, pakaian, selimut, serta kebutuhan khusus bagi perempuan dan anak menjadi prioritas.

Selain kebutuhan dasar, pemulihan akses jalan juga menjadi perhatian. Sejumlah ruas jalan terdampak longsor dan tertutup material batu sehingga perlu segera dibuka agar mobilisasi bantuan dapat berjalan.

Pemulihan jaringan listrik dan jaringan komunikasi juga dilakukan bersama kementerian serta lembaga terkait. Langkah tersebut diperlukan agar aktivitas masyarakat dan distribusi bantuan dapat kembali berjalan.

Penanganan Pengungsi Dilakukan di Tiga Kondisi

Agus menjelaskan, kondisi pengungsi di wilayah terdampak terbagi menjadi tiga kelompok. Pertama, masyarakat yang terkonsentrasi di shelter atau tempat pengungsian.

Kedua, terdapat pengungsi mandiri yang tinggal di lokasi pilihan mereka. Ketiga, pemerintah masih mengidentifikasi masyarakat yang berada di wilayah terisolir akibat dampak gempa dan gangguan akses.

Mobilisasi personel dilakukan dari berbagai unsur, termasuk TNI-Polri, Basarnas, Taruna Siaga Bencana (Tagana), serta tim penanggulangan bencana lainnya.

Kemensos Siapkan Dukungan Psikososial

Penanganan korban gempa tidak hanya dilakukan melalui bantuan logistik. Kemensos juga mengerahkan tim Layanan Dukungan Psikososial untuk membantu masyarakat menghadapi dampak mental dan sosial akibat bencana.

Layanan tersebut diarahkan untuk membantu mengurangi trauma dan stres, sekaligus mendukung individu serta keluarga agar dapat kembali menjalankan aktivitas secara normal dan mandiri.

Dukungan pemerintah juga akan berlanjut setelah fase tanggap darurat selesai. Kemensos menyiapkan program pemulihan dan pemberdayaan untuk membantu masyarakat terdampak kembali menjalani kehidupan setelah bencana.

Penanganan Gempa NTT Terus Dikoordinasikan

Agus menegaskan distribusi bantuan terus dikoordinasikan dengan pemerintah daerah, TNI-Polri, BNPB, dan unsur terkait. Koordinasi dilakukan agar bantuan dapat menjangkau seluruh keluarga yang terdampak.

“Kami terus berkoordinasi, berkolaborasi, memastikan bahwa seluruh dukungan bisa sampai kepada mereka atau keluarga yang terdampak,” ujarnya.

Gus Ipul juga memastikan Sekolah Rakyat yang telah berjalan di Kota Kupang tidak terdampak gempa. Sementara penyelenggaraan Sekolah Rakyat di sejumlah kabupaten lain masih berada dalam tahap persiapan.

Pemerintah juga menekankan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana. Evakuasi dan penyelamatan korban didahulukan sebelum pemerintah menjalankan tahapan penanganan berikutnya.

“Setiap prosedur bencana yang penting adalah evakuasi dulu, penyelamatan dulu. Yang pertama itu dulu,” tegas Gus Ipul.

Penulis : Amanda

Untuk Pertama Terbit di : EXPOSE NET - News
Oleh : Fatiha Amanda

Hak Cipta : EXPOSE NET - News - Berita Terkini & Viral: Objektif, Tajam, dan Edukatif.

%0A%0A_Baca selengkapnya:_ %0A https://news.danakirtimedia.co.id/mitra-media-kemensos-salurkan-rp1465-miliar-untuk-korban-gempa-ntt/" data-action="share/whatsapp/share" onclick="window.open(this.href,'window','width=640,height=480,resizable,scrollbars,toolbar,menubar') ;return false;" title="share ke whatsapp">whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MITRA MEDIA : Kemensos Salurkan Rp14,65 Miliar untuk Korban Gempa NTT

Logo DM News

Artikel Dengan Judul : Kemensos Salurkan Rp14,65 Miliar untuk Korban Gempa NTT

JAKARTA, 18 Agustus 2026 – Kementerian Sosial menyalurkan bantuan senilai Rp14,652 miliar untuk mendukung penanganan darurat gempa bumi yang melanda sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur. Bantuan tersebut mencakup kebutuhan dasar, layanan pengungsian, dapur umum, logistik, serta santunan korban.

Berita lainnya: MITRA MEDIA : Cuaca Hari Ini 19 Agustus, Jakarta Hujan Sedang

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kemensos Salurkan Bantuan Rp14,65 Miliar

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak gempa. Penanganan dilakukan bersama kementerian dan lembaga terkait, TNI-Polri, pemerintah daerah, serta unsur penanggulangan bencana.

Berita lainnya: MITRA MEDIA : 9 Gempa Guncang Nagekeo NTT pada Pagi Hari, Terbesar M4,8

“Bersama dengan sejumlah menteri, di bawah koordinasi Menko PMK menindaklanjuti arahan Bapak Presiden,” ujar Gus Ipul di Gedung Aneka Bhakti Kementerian Sosial, Selasa (18/8/2026).

Artikel terkait: MITRA MEDIA : Nagekeo NTT Diguncang Sembilan Gempa pada Pagi Hari

Gus Ipul menyebut gempa yang terjadi pada 15 Agustus 2026 berdampak pada tiga provinsi, sembilan kabupaten, dan satu kota. Di NTT, wilayah terdampak mencakup Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Ngada, Sikka, dan Ende.

70 Orang Meninggal dan 31.220 Mengungsi

Berdasarkan data sementara hingga 18 Agustus 2026, sebanyak 70 orang meninggal dunia akibat gempa. Selain itu, 665 orang mengalami luka-luka, 31.220 orang mengungsi, dan 16.411 keluarga terdampak.

Kerusakan juga terjadi pada ribuan rumah. Tercatat 12.153 rumah terdampak, dengan rincian 6.578 rumah rusak berat, 1.660 rusak sedang, dan 3.915 rusak ringan.

Baca Selengkapnya  MITRA MEDIA : Polda Sulsel Musnahkan Barang Bukti Narkotika Hasil Pengungkapan Jaringan Internasional Periode Januari–Juni 2026

Gempa turut merusak 264 fasilitas pendidikan, 83 fasilitas kesehatan yang terdiri atas sembilan rumah sakit dan 74 puskesmas, serta 116 fasilitas umum.

Selain itu, sebanyak 157 rumah ibadah, 171 unit kantor, tujuh fasilitas irigasi, satu pasar, satu gudang Bulog, 34 fasilitas lainnya, dan lima jembatan turut terdampak.

“Kerugian material sekarang masih dalam proses pendataan, tentu jumlahnya akan bertambah,” kata Gus Ipul.

Rincian Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Total dukungan Kemensos mencapai Rp14,652 miliar. Bantuan tersebut disalurkan dalam berbagai bentuk untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama masa tanggap darurat.

Rinciannya terdiri atas 48 ton beras reguler senilai Rp672 juta dan 7.500 paket sembako senilai Rp2,25 miliar. Kemensos juga menyediakan perlengkapan pengungsian serta kebutuhan dapur umum di tujuh titik dengan nilai Rp5,167 miliar.

Sementara itu, buffer stock logistik yang disiapkan mencapai Rp4,518 miliar. Bantuan tersebut ditujukan untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat terdampak selama proses penanganan bencana berlangsung.

Santunan untuk Korban Meninggal dan Luka Berat

Kemensos juga menyiapkan santunan bagi korban gempa. Sebanyak 70 ahli waris korban meninggal dunia akan menerima santunan Rp15 juta per orang dengan total Rp1,05 miliar.

Sementara itu, 199 korban luka berat mendapatkan santunan masing-masing Rp5 juta. Total anggaran santunan bagi korban luka berat mencapai Rp995 juta.

“Per hari ini sudah ada Rp14 miliar lebih dukungan yang diberikan dari Kementerian Sosial. Ini yang dari Kementerian Sosial. Karena ini adalah uang rakyat, maka itu kami sampaikan rinciannya,” ujar Gus Ipul.

Dapur Umum Kemensos Beroperasi di Tiga Kabupaten

Untuk memenuhi kebutuhan makanan pengungsi, Kemensos telah mengoperasikan dapur umum di tiga kabupaten. Layanan tersebut disesuaikan dengan jumlah masyarakat yang membutuhkan bantuan.

Di Kabupaten Nagekeo, dapur umum menyediakan sekitar 2.000 bungkus makanan setiap hari. Sementara dapur umum di Sikka memproduksi sekitar 4.500 bungkus makanan per hari dan di Manggarai sekitar 3.000 bungkus per hari.

Dapur umum di Manggarai Timur, Manggarai Barat, Ende, dan Ngada masih dalam tahap asesmen untuk menentukan kebutuhan layanan selanjutnya.

Baca Selengkapnya  MITRA MEDIA : Gapura Pancawaluya, Garut Hebat Berkelanjutan Terancam Jadi Slogan

Selain dapur umum yang dikelola Kemensos, masyarakat juga membentuk dapur mandiri. Kemensos memberikan bantuan bahan makanan untuk kemudian diolah dan didistribusikan melalui dapur tersebut.

7.500 Paket Sembako Disalurkan

Kemensos mengalokasikan 7.500 paket sembako ke sejumlah wilayah terdampak. Sebanyak 1.000 paket diberikan untuk Nagekeo, 2.000 paket untuk Sikka, 500 paket untuk Manggarai Timur, 2.000 paket untuk Ende, dan 2.000 paket untuk Ngada.

Selain sembako, buffer stock di NTT mencakup 6.000 paket makanan siap saji, 1.624 paket makanan anak, 1.700 lembar tenda gulung, 39 unit tenda keluarga, dan 22 unit tenda serbaguna.

Bantuan lainnya terdiri atas 600 paket family kit, 840 paket kids ware, 600 lembar kasur, 1.200 lembar selimut, 150 paket sandang dewasa, 600 paket sandang anak, 800 paket shower kit, dua unit dapur umum lapangan, serta 10 unit lampu emergensi.

Pulau Palue Jadi Salah Satu Wilayah Prioritas

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengatakan, salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Pulau Palue di Kabupaten Sikka. Wilayah tersebut mengalami dampak gempa cukup parah sehingga membutuhkan pengiriman bantuan secara khusus.

Kemensos bersama BNPB mengirimkan kebutuhan mendesak ke Pulau Palue menggunakan helikopter dan kapal feri. Pengiriman dilakukan untuk mempercepat distribusi bantuan ke wilayah yang terdampak dan memiliki tantangan akses.

“Di sana ternyata dampaknya sangat parah. Pulau Palue itu di Kabupaten Sikka. Kemensos bekerja sama dengan BNPB menyediakan barang-barang kebutuhan mendesak, yang kemudian diangkut menggunakan heli maupun menggunakan kapal ferry,” kata Agus.

Kebutuhan Pengungsi Meliputi Pangan dan Perlengkapan

Agus mengatakan kebutuhan masyarakat di lokasi bencana saat ini masih didominasi kebutuhan tanggap darurat. Bantuan pangan, tenda, pakaian, selimut, serta kebutuhan khusus bagi perempuan dan anak menjadi prioritas.

Selain kebutuhan dasar, pemulihan akses jalan juga menjadi perhatian. Sejumlah ruas jalan terdampak longsor dan tertutup material batu sehingga perlu segera dibuka agar mobilisasi bantuan dapat berjalan.

Pemulihan jaringan listrik dan jaringan komunikasi juga dilakukan bersama kementerian serta lembaga terkait. Langkah tersebut diperlukan agar aktivitas masyarakat dan distribusi bantuan dapat kembali berjalan.

Baca Selengkapnya  MITRA MEDIA : Satlantas Polres Garut Gelar Jumat Berkah, Ajak Warga Sarapan Gratis Wujudkan Semangat “Polisi untuk Rakyat”

Penanganan Pengungsi Dilakukan di Tiga Kondisi

Agus menjelaskan, kondisi pengungsi di wilayah terdampak terbagi menjadi tiga kelompok. Pertama, masyarakat yang terkonsentrasi di shelter atau tempat pengungsian.

Kedua, terdapat pengungsi mandiri yang tinggal di lokasi pilihan mereka. Ketiga, pemerintah masih mengidentifikasi masyarakat yang berada di wilayah terisolir akibat dampak gempa dan gangguan akses.

Mobilisasi personel dilakukan dari berbagai unsur, termasuk TNI-Polri, Basarnas, Taruna Siaga Bencana (Tagana), serta tim penanggulangan bencana lainnya.

Kemensos Siapkan Dukungan Psikososial

Penanganan korban gempa tidak hanya dilakukan melalui bantuan logistik. Kemensos juga mengerahkan tim Layanan Dukungan Psikososial untuk membantu masyarakat menghadapi dampak mental dan sosial akibat bencana.

Layanan tersebut diarahkan untuk membantu mengurangi trauma dan stres, sekaligus mendukung individu serta keluarga agar dapat kembali menjalankan aktivitas secara normal dan mandiri.

Dukungan pemerintah juga akan berlanjut setelah fase tanggap darurat selesai. Kemensos menyiapkan program pemulihan dan pemberdayaan untuk membantu masyarakat terdampak kembali menjalani kehidupan setelah bencana.

Penanganan Gempa NTT Terus Dikoordinasikan

Agus menegaskan distribusi bantuan terus dikoordinasikan dengan pemerintah daerah, TNI-Polri, BNPB, dan unsur terkait. Koordinasi dilakukan agar bantuan dapat menjangkau seluruh keluarga yang terdampak.

“Kami terus berkoordinasi, berkolaborasi, memastikan bahwa seluruh dukungan bisa sampai kepada mereka atau keluarga yang terdampak,” ujarnya.

Gus Ipul juga memastikan Sekolah Rakyat yang telah berjalan di Kota Kupang tidak terdampak gempa. Sementara penyelenggaraan Sekolah Rakyat di sejumlah kabupaten lain masih berada dalam tahap persiapan.

Pemerintah juga menekankan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana. Evakuasi dan penyelamatan korban didahulukan sebelum pemerintah menjalankan tahapan penanganan berikutnya.

“Setiap prosedur bencana yang penting adalah evakuasi dulu, penyelamatan dulu. Yang pertama itu dulu,” tegas Gus Ipul.

Penulis : Amanda

Untuk Pertama Terbit di : EXPOSE NET – News
Oleh : Fatiha Amanda

Hak Cipta : EXPOSE NET – News – Berita Terkini & Viral: Objektif, Tajam, dan Edukatif.

Artikel terkait: MITRA MEDIA : Kemensos Salurkan Bantuan Rp14,65 Miliar untuk Korban Gempa NTT

Fingerprint: DM News-1392

MITRA MEDIA : Kemensos Salurkan Rp14,65 Miliar untuk Korban Gempa NTT

Oleh: redaksi | 03:26 WIB, 19 Agustus 2026

Seluruh konten di portal NEWS.DANAKIRTIMEDIA.CO.ID telah melalui proses verifikasi fakta dan penyuntingan oleh Tim Dewan Redaksi untuk memastikan standar jurnalisme profesional yang akurat dan berimbang.

Karya jurnalistik ini tunduk pada UU Pers No. 40/1999 & Pedoman Media Siber. Hak cipta dilindungi.

HAK JAWAB KONTAK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel news.danakirtimedia.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

MITRA MEDIA : Cuaca Hari Ini 19 Agustus, Jakarta Hujan Sedang
MITRA MEDIA : 9 Gempa Guncang Nagekeo NTT pada Pagi Hari, Terbesar M4,8
MITRA MEDIA : Nagekeo NTT Diguncang Sembilan Gempa pada Pagi Hari
MITRA MEDIA : Kemensos Salurkan Bantuan Rp14,65 Miliar untuk Korban Gempa NTT
MITRA MEDIA : Rekap Penanganan Kebakaran dan Non-Kebakaran Damkarmat Garut pada 17 Agustus 2026
MITRA MEDIA : Kombes Ruly Indra Wijayanto: Api Perjuangan Tak Akan Padam — Generasi Muda Harus Isi Kemerdekaan Dengan Hal Positif
MITRA MEDIA : Khusuk dan Khidmat, IPDN Kampus Sumatera barat di Baso Peringati HUT ke-81 RI Bersama Forkopimca dan Direktur IPDN
MITRA MEDIA : Wujudkan Program Presiden Prabowo, Jembatan Garuda Je’ne’ Lata Resmi Beroperasi di Desa Pattallikang Kabupaten Gowa

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 03:47 WIB

MITRA MEDIA : Cuaca Hari Ini 19 Agustus, Jakarta Hujan Sedang

Rabu, 19 Agustus 2026 - 03:41 WIB

MITRA MEDIA : 9 Gempa Guncang Nagekeo NTT pada Pagi Hari, Terbesar M4,8

Rabu, 19 Agustus 2026 - 03:40 WIB

MITRA MEDIA : Nagekeo NTT Diguncang Sembilan Gempa pada Pagi Hari

Rabu, 19 Agustus 2026 - 03:26 WIB

MITRA MEDIA : Kemensos Salurkan Rp14,65 Miliar untuk Korban Gempa NTT

Rabu, 19 Agustus 2026 - 03:26 WIB

MITRA MEDIA : Kemensos Salurkan Bantuan Rp14,65 Miliar untuk Korban Gempa NTT

Berita Terbaru

MITRA MEDIA : Kemensos Salurkan Rp14,65 Miliar untuk Korban Gempa NTT

Media Network

MITRA MEDIA : Cuaca Hari Ini 19 Agustus, Jakarta Hujan Sedang

Rabu, 19 Agu 2026 - 03:47 WIB

news.danakirtimedia.co.id
Pengelola Redaksi: PT DANAKIRTI MEDIA NEWS
Penerbit & Manajemen Bisnis: PT DANAKIRTI MEDIA GROUPS
NIB: 2801220007313 | NPWP: 63.108.079.3-002.000
KBLI Utama: 58130 | No. Sertifikat: 28012200073130001
Seluruh kegiatan jurnalistik news.danakirtimedia.co.id berada di bawah naungan badan hukum resmi patuh Sesuai UU Pers No. 40/1999.