MITRA MEDIA : Tersangka Korupsi BGN, Ujian Besar Transparansi Program MBG

- Jurnalis

Kamis, 4 Juni 2026 - 12:22 WIB

facebook twitter Tersangka Korupsi BGN, Ujian Besar Bangsa Indonesia

JAKARTA, 4 JUNI 2026 – Penetapan sejumlah mantan pejabat Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai tersangka dalam dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu peristiwa hukum terbesar tahun ini.

Kasus tersebut tidak hanya menyita perhatian publik karena nilai anggaran yang sangat besar, tetapi juga karena menyangkut program strategis nasional yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat Indonesia.

Kejaksaan Agung menetapkan mantan Kepala BGN Dadan Hindayana bersama dua mantan wakil kepala BGN sebagai tersangka dalam perkara dugaan penyimpangan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis tahun 2025-2026. Ketiganya langsung ditahan setelah penyidik memperoleh alat bukti yang dianggap cukup dalam proses penyidikan.

Kronologi Penetapan Tersangka Korupsi BGN

Kasus ini mencuat setelah Kejaksaan Agung melakukan penyelidikan terkait tata kelola program MBG yang merupakan salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Penyidik menemukan dugaan penyimpangan dalam pengelolaan program, termasuk pengadaan sejumlah barang yang dinilai tidak berkaitan langsung dengan tujuan utama penyediaan makanan bergizi bagi masyarakat penerima manfaat. Beberapa pengadaan yang menjadi sorotan antara lain motor listrik, televisi, tablet, hingga sepatu dalam jumlah besar.

Direktur Penyidikan Jampidsus Kejaksaan Agung menyatakan penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik mengumpulkan alat bukti yang cukup dalam perkara dugaan korupsi tata kelola MBG.

Siapa Saja Tersangka Korupsi BGN?

Tiga tersangka yang telah diumumkan Kejaksaan Agung yaitu:

  • Dadan Hindayana (mantan Kepala BGN)
  • Sony Sonjaya (mantan Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi)
  • Lodewyk Pusung (mantan Wakil Kepala BGN Bidang Pengembangan Organisasi dan Dukungan Kelembagaan)

Ketiganya diduga terlibat dalam penyimpangan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis periode 2025-2026.

Mengapa Kasus Ini Menjadi Sorotan Nasional?

Program MBG bukan sekadar program bantuan biasa. Program tersebut merupakan salah satu proyek prioritas pemerintah yang memiliki cakupan nasional dengan target puluhan juta penerima manfaat.

Besarnya anggaran membuat publik memiliki ekspektasi tinggi terhadap akuntabilitas pengelolaannya. Karena itu, ketika dugaan korupsi muncul di dalam program tersebut, perhatian masyarakat langsung tertuju pada mekanisme pengawasan dan penggunaan anggaran negara.

Selain itu, kasus ini menyangkut isu yang sangat sensitif, yaitu pemenuhan gizi anak, pelajar, ibu hamil, dan kelompok masyarakat rentan lainnya yang menjadi sasaran utama program MBG.

Analisis Penulis: Mengapa Kasus Korupsi BGN Akan Terus Dicari Publik?

Bukan Sekadar Kasus Korupsi Biasa

Dalam pandangan penulis, perkara ini memiliki karakteristik berbeda dibanding sejumlah kasus korupsi lainnya yang pernah mencuat.

Jika korupsi infrastruktur biasanya berkaitan dengan proyek jalan, gedung, atau fasilitas fisik, maka dugaan korupsi MBG menyentuh langsung program yang berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya pemenuhan gizi generasi muda.

Karena itu, reaksi publik cenderung lebih kuat. Masyarakat tidak hanya mempertanyakan siapa pelaku dan berapa kerugian negara, tetapi juga mempertanyakan apakah manfaat program benar-benar sampai kepada penerima yang berhak.

Tingginya Rasa Ingin Tahu Publik

Ada beberapa alasan mengapa kata kunci “tersangka korupsi BGN” diperkirakan akan terus dicari masyarakat dalam beberapa bulan ke depan.

Pertama, kasus ini melibatkan pejabat tinggi yang sebelumnya memegang kendali atas program nasional bernilai besar.

Kedua, penyidikan masih berpotensi berkembang sehingga publik akan terus mengikuti kemungkinan adanya tersangka baru, aliran dana, maupun temuan tambahan dari penyidik.

Ketiga, masyarakat ingin mengetahui apakah Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan normal setelah kasus hukum tersebut mencuat.

Kepercayaan Publik Menjadi Taruhan

Kasus ini menunjukkan bahwa keberhasilan suatu program nasional tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi juga oleh kualitas tata kelola dan sistem pengawasan.

Kepercayaan publik merupakan modal penting dalam setiap kebijakan pemerintah. Ketika muncul dugaan penyimpangan, transparansi penegakan hukum menjadi faktor utama untuk menjaga kepercayaan tersebut.

Oleh karena itu, proses hukum yang terbuka dan akuntabel menjadi kebutuhan penting agar masyarakat memperoleh kepastian mengenai apa yang sebenarnya terjadi dalam pengelolaan program MBG.

Dampak terhadap Program Makan Bergizi Gratis

Hingga saat ini pemerintah menegaskan komitmen untuk melanjutkan Program Makan Bergizi Gratis meskipun penyidikan kasus dugaan korupsi terus berjalan.

Pergantian pimpinan di lingkungan BGN juga dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program tetap berlangsung dan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.

Bagi masyarakat, hal yang paling penting bukan hanya proses penindakan terhadap pihak yang diduga terlibat, tetapi juga jaminan bahwa manfaat program tetap diterima oleh anak-anak sekolah, ibu hamil, dan kelompok sasaran lainnya.

Pelajaran Penting dari Kasus Tersangka Korupsi BGN

Kasus dugaan korupsi BGN memberikan pelajaran bahwa pengawasan terhadap program strategis nasional harus dilakukan sejak tahap perencanaan, pengadaan, hingga pelaksanaan.

Besarnya anggaran tanpa sistem pengawasan yang kuat berpotensi membuka ruang penyimpangan. Sebaliknya, transparansi, audit yang ketat, serta partisipasi publik dapat menjadi benteng untuk mencegah praktik korupsi.

Di tengah proses hukum yang masih berjalan, publik kini menunggu bagaimana Kejaksaan Agung mengungkap seluruh konstruksi perkara dan memastikan setiap pihak yang bertanggung jawab diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Penulis : Fahria Alfiano

%0A%0A_Baca selengkapnya:_ %0A https://news.danakirtimedia.co.id/mitra-media-tersangka-korupsi-bgn-ujian-besar-transparansi-program-mbg/" data-action="share/whatsapp/share" onclick="window.open(this.href,'window','width=640,height=480,resizable,scrollbars,toolbar,menubar') ;return false;" title="share ke whatsapp">whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon Tersangka Korupsi BGN, Ujian Besar Bangsa Indonesia

JAKARTA, 4 JUNI 2026 – Penetapan sejumlah mantan pejabat Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai tersangka dalam dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu peristiwa hukum terbesar tahun ini.

Kasus tersebut tidak hanya menyita perhatian publik karena nilai anggaran yang sangat besar, tetapi juga karena menyangkut program strategis nasional yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat Indonesia.

Kejaksaan Agung menetapkan mantan Kepala BGN Dadan Hindayana bersama dua mantan wakil kepala BGN sebagai tersangka dalam perkara dugaan penyimpangan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis tahun 2025-2026. Ketiganya langsung ditahan setelah penyidik memperoleh alat bukti yang dianggap cukup dalam proses penyidikan.

Kronologi Penetapan Tersangka Korupsi BGN

Kasus ini mencuat setelah Kejaksaan Agung melakukan penyelidikan terkait tata kelola program MBG yang merupakan salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Penyidik menemukan dugaan penyimpangan dalam pengelolaan program, termasuk pengadaan sejumlah barang yang dinilai tidak berkaitan langsung dengan tujuan utama penyediaan makanan bergizi bagi masyarakat penerima manfaat. Beberapa pengadaan yang menjadi sorotan antara lain motor listrik, televisi, tablet, hingga sepatu dalam jumlah besar.

Direktur Penyidikan Jampidsus Kejaksaan Agung menyatakan penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik mengumpulkan alat bukti yang cukup dalam perkara dugaan korupsi tata kelola MBG.

Siapa Saja Tersangka Korupsi BGN?

Tiga tersangka yang telah diumumkan Kejaksaan Agung yaitu:

  • Dadan Hindayana (mantan Kepala BGN)
  • Sony Sonjaya (mantan Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi)
  • Lodewyk Pusung (mantan Wakil Kepala BGN Bidang Pengembangan Organisasi dan Dukungan Kelembagaan)

Ketiganya diduga terlibat dalam penyimpangan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis periode 2025-2026.

Mengapa Kasus Ini Menjadi Sorotan Nasional?

Program MBG bukan sekadar program bantuan biasa. Program tersebut merupakan salah satu proyek prioritas pemerintah yang memiliki cakupan nasional dengan target puluhan juta penerima manfaat.

Besarnya anggaran membuat publik memiliki ekspektasi tinggi terhadap akuntabilitas pengelolaannya. Karena itu, ketika dugaan korupsi muncul di dalam program tersebut, perhatian masyarakat langsung tertuju pada mekanisme pengawasan dan penggunaan anggaran negara.

Selain itu, kasus ini menyangkut isu yang sangat sensitif, yaitu pemenuhan gizi anak, pelajar, ibu hamil, dan kelompok masyarakat rentan lainnya yang menjadi sasaran utama program MBG.

Analisis Penulis: Mengapa Kasus Korupsi BGN Akan Terus Dicari Publik?

Bukan Sekadar Kasus Korupsi Biasa

Dalam pandangan penulis, perkara ini memiliki karakteristik berbeda dibanding sejumlah kasus korupsi lainnya yang pernah mencuat.

Jika korupsi infrastruktur biasanya berkaitan dengan proyek jalan, gedung, atau fasilitas fisik, maka dugaan korupsi MBG menyentuh langsung program yang berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya pemenuhan gizi generasi muda.

Karena itu, reaksi publik cenderung lebih kuat. Masyarakat tidak hanya mempertanyakan siapa pelaku dan berapa kerugian negara, tetapi juga mempertanyakan apakah manfaat program benar-benar sampai kepada penerima yang berhak.

Tingginya Rasa Ingin Tahu Publik

Ada beberapa alasan mengapa kata kunci “tersangka korupsi BGN” diperkirakan akan terus dicari masyarakat dalam beberapa bulan ke depan.

Pertama, kasus ini melibatkan pejabat tinggi yang sebelumnya memegang kendali atas program nasional bernilai besar.

Kedua, penyidikan masih berpotensi berkembang sehingga publik akan terus mengikuti kemungkinan adanya tersangka baru, aliran dana, maupun temuan tambahan dari penyidik.

Ketiga, masyarakat ingin mengetahui apakah Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan normal setelah kasus hukum tersebut mencuat.

Kepercayaan Publik Menjadi Taruhan

Kasus ini menunjukkan bahwa keberhasilan suatu program nasional tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi juga oleh kualitas tata kelola dan sistem pengawasan.

Kepercayaan publik merupakan modal penting dalam setiap kebijakan pemerintah. Ketika muncul dugaan penyimpangan, transparansi penegakan hukum menjadi faktor utama untuk menjaga kepercayaan tersebut.

Oleh karena itu, proses hukum yang terbuka dan akuntabel menjadi kebutuhan penting agar masyarakat memperoleh kepastian mengenai apa yang sebenarnya terjadi dalam pengelolaan program MBG.

Dampak terhadap Program Makan Bergizi Gratis

Hingga saat ini pemerintah menegaskan komitmen untuk melanjutkan Program Makan Bergizi Gratis meskipun penyidikan kasus dugaan korupsi terus berjalan.

Pergantian pimpinan di lingkungan BGN juga dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program tetap berlangsung dan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.

Bagi masyarakat, hal yang paling penting bukan hanya proses penindakan terhadap pihak yang diduga terlibat, tetapi juga jaminan bahwa manfaat program tetap diterima oleh anak-anak sekolah, ibu hamil, dan kelompok sasaran lainnya.

Pelajaran Penting dari Kasus Tersangka Korupsi BGN

Kasus dugaan korupsi BGN memberikan pelajaran bahwa pengawasan terhadap program strategis nasional harus dilakukan sejak tahap perencanaan, pengadaan, hingga pelaksanaan.

Besarnya anggaran tanpa sistem pengawasan yang kuat berpotensi membuka ruang penyimpangan. Sebaliknya, transparansi, audit yang ketat, serta partisipasi publik dapat menjadi benteng untuk mencegah praktik korupsi.

Di tengah proses hukum yang masih berjalan, publik kini menunggu bagaimana Kejaksaan Agung mengungkap seluruh konstruksi perkara dan memastikan setiap pihak yang bertanggung jawab diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Penulis : Fahria Alfiano

%0A%0A_Baca selengkapnya:_ %0A https://news.danakirtimedia.co.id/mitra-media-tersangka-korupsi-bgn-ujian-besar-transparansi-program-mbg/" data-action="share/whatsapp/share" onclick="window.open(this.href,'window','width=640,height=480,resizable,scrollbars,toolbar,menubar') ;return false;" title="share ke whatsapp">whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Logo DM News

Logo DM News

Tersangka Korupsi BGN, Ujian Besar Bangsa Indonesia

JAKARTA, 4 JUNI 2026 – Penetapan sejumlah mantan pejabat Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai tersangka dalam dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu peristiwa hukum terbesar tahun ini.

Selengkapnya: MITRA MEDIA : Pemdes Cihaurkuning Salurkan Bantuan Pangan Kepada 1.121 Warga

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kasus tersebut tidak hanya menyita perhatian publik karena nilai anggaran yang sangat besar, tetapi juga karena menyangkut program strategis nasional yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat Indonesia.

Simak juga: MITRA MEDIA : Bupati Garut Abdusy Syakur Amin Antar Garut Raih Penghargaan Pengendalian Inflasi Terbaik Tingkat Nasional

Kejaksaan Agung menetapkan mantan Kepala BGN Dadan Hindayana bersama dua mantan wakil kepala BGN sebagai tersangka dalam perkara dugaan penyimpangan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis tahun 2025-2026. Ketiganya langsung ditahan setelah penyidik memperoleh alat bukti yang dianggap cukup dalam proses penyidikan.

Kronologi Penetapan Tersangka Korupsi BGN

Kasus ini mencuat setelah Kejaksaan Agung melakukan penyelidikan terkait tata kelola program MBG yang merupakan salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Baca Selengkapnya  MITRA MEDIA : Wakili Kapolres Polman, Kasihumas Hadiri Pelantikan dan Pengukuhan Ikatan Jurnalis Sulbar DPW Kabupaten Polman

Penyidik menemukan dugaan penyimpangan dalam pengelolaan program, termasuk pengadaan sejumlah barang yang dinilai tidak berkaitan langsung dengan tujuan utama penyediaan makanan bergizi bagi masyarakat penerima manfaat. Beberapa pengadaan yang menjadi sorotan antara lain motor listrik, televisi, tablet, hingga sepatu dalam jumlah besar.

Direktur Penyidikan Jampidsus Kejaksaan Agung menyatakan penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik mengumpulkan alat bukti yang cukup dalam perkara dugaan korupsi tata kelola MBG.

Siapa Saja Tersangka Korupsi BGN?

Tiga tersangka yang telah diumumkan Kejaksaan Agung yaitu:

  • Dadan Hindayana (mantan Kepala BGN)
  • Sony Sonjaya (mantan Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi)
  • Lodewyk Pusung (mantan Wakil Kepala BGN Bidang Pengembangan Organisasi dan Dukungan Kelembagaan)

Ketiganya diduga terlibat dalam penyimpangan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis periode 2025-2026.

Mengapa Kasus Ini Menjadi Sorotan Nasional?

Program MBG bukan sekadar program bantuan biasa. Program tersebut merupakan salah satu proyek prioritas pemerintah yang memiliki cakupan nasional dengan target puluhan juta penerima manfaat.

Besarnya anggaran membuat publik memiliki ekspektasi tinggi terhadap akuntabilitas pengelolaannya. Karena itu, ketika dugaan korupsi muncul di dalam program tersebut, perhatian masyarakat langsung tertuju pada mekanisme pengawasan dan penggunaan anggaran negara.

Selain itu, kasus ini menyangkut isu yang sangat sensitif, yaitu pemenuhan gizi anak, pelajar, ibu hamil, dan kelompok masyarakat rentan lainnya yang menjadi sasaran utama program MBG.

Analisis Penulis: Mengapa Kasus Korupsi BGN Akan Terus Dicari Publik?

Bukan Sekadar Kasus Korupsi Biasa

Dalam pandangan penulis, perkara ini memiliki karakteristik berbeda dibanding sejumlah kasus korupsi lainnya yang pernah mencuat.

Baca Selengkapnya  MITRA MEDIA : Korupsi Imigrasi Guncang Imipas, 8 Pejabat Jadi Tersangka KPK

Jika korupsi infrastruktur biasanya berkaitan dengan proyek jalan, gedung, atau fasilitas fisik, maka dugaan korupsi MBG menyentuh langsung program yang berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya pemenuhan gizi generasi muda.

Karena itu, reaksi publik cenderung lebih kuat. Masyarakat tidak hanya mempertanyakan siapa pelaku dan berapa kerugian negara, tetapi juga mempertanyakan apakah manfaat program benar-benar sampai kepada penerima yang berhak.

Tingginya Rasa Ingin Tahu Publik

Ada beberapa alasan mengapa kata kunci “tersangka korupsi BGN” diperkirakan akan terus dicari masyarakat dalam beberapa bulan ke depan.

Pertama, kasus ini melibatkan pejabat tinggi yang sebelumnya memegang kendali atas program nasional bernilai besar.

Kedua, penyidikan masih berpotensi berkembang sehingga publik akan terus mengikuti kemungkinan adanya tersangka baru, aliran dana, maupun temuan tambahan dari penyidik.

Ketiga, masyarakat ingin mengetahui apakah Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan normal setelah kasus hukum tersebut mencuat.

Kepercayaan Publik Menjadi Taruhan

Kasus ini menunjukkan bahwa keberhasilan suatu program nasional tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi juga oleh kualitas tata kelola dan sistem pengawasan.

Kepercayaan publik merupakan modal penting dalam setiap kebijakan pemerintah. Ketika muncul dugaan penyimpangan, transparansi penegakan hukum menjadi faktor utama untuk menjaga kepercayaan tersebut.

Oleh karena itu, proses hukum yang terbuka dan akuntabel menjadi kebutuhan penting agar masyarakat memperoleh kepastian mengenai apa yang sebenarnya terjadi dalam pengelolaan program MBG.

Dampak terhadap Program Makan Bergizi Gratis

Hingga saat ini pemerintah menegaskan komitmen untuk melanjutkan Program Makan Bergizi Gratis meskipun penyidikan kasus dugaan korupsi terus berjalan.

Pergantian pimpinan di lingkungan BGN juga dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program tetap berlangsung dan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.

Baca Selengkapnya  Ketua GIPS Ade Sudrajat Soroti Maraknya Peredaran Miras di Garut, Dorong Penegakan Perda Lebih Intensif

Bagi masyarakat, hal yang paling penting bukan hanya proses penindakan terhadap pihak yang diduga terlibat, tetapi juga jaminan bahwa manfaat program tetap diterima oleh anak-anak sekolah, ibu hamil, dan kelompok sasaran lainnya.

Pelajaran Penting dari Kasus Tersangka Korupsi BGN

Kasus dugaan korupsi BGN memberikan pelajaran bahwa pengawasan terhadap program strategis nasional harus dilakukan sejak tahap perencanaan, pengadaan, hingga pelaksanaan.

Besarnya anggaran tanpa sistem pengawasan yang kuat berpotensi membuka ruang penyimpangan. Sebaliknya, transparansi, audit yang ketat, serta partisipasi publik dapat menjadi benteng untuk mencegah praktik korupsi.

Di tengah proses hukum yang masih berjalan, publik kini menunggu bagaimana Kejaksaan Agung mengungkap seluruh konstruksi perkara dan memastikan setiap pihak yang bertanggung jawab diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Penulis : Fahria Alfiano

Simak juga: MITRA MEDIA : Pemdes Mandalasari Salurkan BLT DD Yang Sempat Tertunda

Fingerprint: DM News-787

MITRA MEDIA : Tersangka Korupsi BGN, Ujian Besar Transparansi Program MBG

Oleh: redaksi | 12:22 WIB, 4 Juni 2026

Seluruh konten di portal NEWS.DANAKIRTIMEDIA.CO.ID telah melalui proses verifikasi fakta dan penyuntingan oleh Tim Dewan Redaksi untuk memastikan standar jurnalisme profesional yang akurat dan berimbang.

Karya jurnalistik ini tunduk pada UU Pers No. 40/1999 & Pedoman Media Siber. Hak cipta dilindungi.

HAK JAWAB KONTAK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel news.danakirtimedia.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

MITRA MEDIA : Pemdes Cihaurkuning Salurkan Bantuan Pangan Kepada 1.121 Warga
MITRA MEDIA : Bupati Garut Abdusy Syakur Amin Antar Garut Raih Penghargaan Pengendalian Inflasi Terbaik Tingkat Nasional
MITRA MEDIA : Pemdes Mandalasari Salurkan BLT DD Yang Sempat Tertunda
MITRA MEDIA : Korupsi Imigrasi Guncang Imipas, 8 Pejabat Jadi Tersangka KPK
MITRA MEDIA : Pelaku Pencurian Laptop Berhasil Diamankan, Respons Cepat Polsek Tarogong Kidul Apresiasi Peran Aktif Warga
MITRA MEDIA : Kapolres Garut Pimpin Sertijab Kasat Reskrim, Perkuat Kinerja Penegakan Hukum dan Pelayanan Masyarakat
MITRA MEDIA : Koramil 1408-12/Tamalanrea Tanam Pohon: Langkah Nyata Cegah Banjir & Hijaukan Lingkungan
MITRA MEDIA : 20 SDN di Kecamatan Kersamanah Sukses Gelar PSAT

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 03:03 WIB

MITRA MEDIA : Pemdes Cihaurkuning Salurkan Bantuan Pangan Kepada 1.121 Warga

Jumat, 5 Juni 2026 - 02:24 WIB

MITRA MEDIA : Bupati Garut Abdusy Syakur Amin Antar Garut Raih Penghargaan Pengendalian Inflasi Terbaik Tingkat Nasional

Jumat, 5 Juni 2026 - 01:22 WIB

MITRA MEDIA : Pemdes Mandalasari Salurkan BLT DD Yang Sempat Tertunda

Kamis, 4 Juni 2026 - 12:44 WIB

MITRA MEDIA : Korupsi Imigrasi Guncang Imipas, 8 Pejabat Jadi Tersangka KPK

Kamis, 4 Juni 2026 - 12:22 WIB

MITRA MEDIA : Tersangka Korupsi BGN, Ujian Besar Transparansi Program MBG

Berita Terbaru

news.danakirtimedia.co.id
Pengelola Redaksi: PT DANAKIRTI MEDIA NEWS
Penerbit & Manajemen Bisnis: PT DANAKIRTI MEDIA GROUPS
NIB: 2801220007313 | NPWP: 63.108.079.3-002.000
KBLI Utama: 58130 | No. Sertifikat: 28012200073130001
Seluruh kegiatan jurnalistik news.danakirtimedia.co.id berada di bawah naungan badan hukum resmi patuh Sesuai UU Pers No. 40/1999.