
redaksi - Jurnalis
Sabtu, 25 Juli 2026 - 02:42 WIB
MAJALENGKA, 25 Juli 2026 – Pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan 77, 78, dan 79 yang berlangsung di Majalengka pada 22–23 Juli 2026 mencatat tingkat kelulusan yang tinggi. Sebanyak 56 dari 60 peserta yang mengikuti seluruh tahapan ujian dinyatakan kompeten atau mencapai 93,33 persen. Salah satu sorotan dalam pelaksanaan UKW kali ini adalah keberhasilan Aninggelldivita, wartawan muda asal Kota Depok, yang menjadi peserta UKW tingkat Madya termuda dan dinyatakan kompeten.
Tingkat Kelulusan Uji Kompetensi Wartawan Capai 93,33 Persen
Pelaksanaan UKW Angkatan 77, 78, dan 79 diikuti oleh 70 wartawan yang telah mendaftarkan diri. Namun, saat registrasi hari pertama, sebanyak 10 peserta tidak hadir sehingga hanya 60 wartawan yang mengikuti seluruh rangkaian uji kompetensi.
Berdasarkan hasil evaluasi para penguji, sebanyak 56 peserta dinyatakan kompeten, sedangkan empat peserta lainnya masih berstatus belum kompeten.
Salah seorang penguji, Rita, menyampaikan bahwa tingkat kelulusan UKW kali ini mencapai 93,33 persen, menunjukkan semakin meningkatnya kualitas dan kesiapan wartawan dalam memenuhi standar kompetensi profesi.
“Tingkat kelulusan UKW 77-78-79 ini mencapai 93,33 persen,” ujar Rita saat mengumumkan hasil UKW, Kamis (23/7/2026).
Dengan bertambahnya 56 wartawan yang dinyatakan kompeten, jumlah wartawan yang telah lulus UKW secara nasional kini mencapai 20.869 orang.
Ketua Dewan Kehormatan PWI: UKW Bukan Sekadar Mengejar Kelulusan
Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat sekaligus penguji UKW, Atal S. Depari, menegaskan bahwa tujuan utama Uji Kompetensi Wartawan bukan sekadar memperoleh predikat kompeten.
Menurutnya, wartawan yang belum kompeten masih memiliki kesempatan untuk kembali mengikuti UKW setelah memperdalam kemampuan jurnalistik dan mempersiapkan diri lebih baik.
“Yang paling penting adalah keberanian menguji diri sendiri. Wartawan yang berani menguji dirinya sendiri berarti percaya terhadap profesinya. UKW bukan mencari siapa yang paling baik, tetapi menjadi cermin untuk mengetahui apa yang sudah baik dan apa yang masih harus diperbaiki,” katanya.
Atal juga mengingatkan bahwa wartawan yang telah dinyatakan kompeten tidak boleh cepat merasa puas.
Ia menekankan bahwa kompetensi harus terus diasah melalui proses belajar yang berkelanjutan serta menjaga integritas dalam menjalankan profesi jurnalistik.
“Yang tidak boleh hilang itu semangat belajar dan menjaga integritas. Jadilah wartawan yang tidak hanya pandai, tetapi juga mampu menjaga nama baik profesinya. Nama baik yang dijaga selama puluhan tahun bisa hancur hanya karena satu berita yang belum terverifikasi,” tegasnya.
Atal turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan UKW, termasuk Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Majalengka, serta Politeknik Merdira Indonesia.
Aninggelldivita Cetak Sejarah sebagai Peserta UKW Madya Termuda
Pelaksanaan UKW kali ini juga menghadirkan catatan menarik mengenai regenerasi wartawan profesional di Indonesia.
Aninggelldivita, anggota PWI Kota Depok, berhasil menyelesaikan Uji Kompetensi Wartawan tingkat Madya pada usia 22 tahun, menjadikannya sebagai salah satu peserta Madya termuda dalam pelaksanaan UKW.
Prestasi tersebut melanjutkan pencapaiannya saat mengikuti UKW tingkat Muda pada usia 18 tahun, tepat setelah lulus SMA. Saat itu, ia juga tercatat sebagai salah satu peserta termuda.
Keikutsertaannya menjadi bukti bahwa peningkatan kompetensi jurnalistik dapat dimulai sejak usia muda melalui komitmen terhadap profesionalisme, etika jurnalistik, dan pembelajaran yang berkelanjutan.
Aninggelldivita mengaku bersyukur dapat menyelesaikan seluruh tahapan UKW Madya dengan hasil kompeten meski harus bersaing bersama para wartawan senior yang telah memiliki pengalaman panjang di dunia jurnalistik.
“Alhamdulillah saya bersyukur akhirnya bisa menyelesaikan Uji Kompetensi Wartawan tingkat Madya ini. Awalnya saya sempat merasa minder karena sebagian besar peserta merupakan senior-senior yang usianya terpaut cukup jauh dengan saya. Namun, saya menjadikan hal itu sebagai motivasi untuk belajar lebih banyak dan membuktikan bahwa usia muda bukan penghalang untuk terus meningkatkan kompetensi sebagai wartawan,” ujarnya.
Keberhasilan Aninggelldivita menjadi inspirasi bahwa regenerasi insan pers profesional dapat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang jurnalistik.
Peserta Rasakan Manfaat Besar dari Uji Kompetensi Wartawan
Peserta UKW lainnya, Jejep Falahul Alam, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurutnya, pelaksanaan UKW merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi para wartawan untuk meningkatkan kualitas profesi.
“Ini menjadi pengalaman luar biasa. Kami berharap UKW PWI Jawa Barat bisa terus berkelanjutan sehingga wartawan semakin memiliki integritas yang tinggi,” katanya.
Hal serupa disampaikan Mega Purnamasari. Ia menilai UKW memberikan pengalaman baru sekaligus memperkuat pemahaman mengenai pentingnya menjaga integritas, tanggung jawab profesi, dan kualitas produk jurnalistik.
Sementara itu, Abdul Jaelani mengungkapkan bahwa selama dua hari mengikuti UKW, dirinya memperoleh banyak ilmu dan pengalaman dari para penguji.
Menurutnya, pelaksanaan UKW yang diselenggarakan PWI Jawa Barat bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat menjadi kesempatan berharga untuk meningkatkan profesionalisme wartawan.
“Terima kasih kepada seluruh pihak. Ini menjadi keberuntungan bagi kami sebagai peserta karena banyak mendapatkan ilmu dari para penguji,” tutupnya.
Uji Kompetensi Wartawan Dorong Profesionalisme Pers Indonesia
Pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan menjadi salah satu upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang jurnalistik sekaligus memperkuat profesionalisme pers Indonesia.
Selain mengukur kemampuan teknis, UKW juga menanamkan pentingnya integritas, independensi, serta kepatuhan terhadap Kode Etik Jurnalistik dalam setiap proses peliputan dan penyajian informasi kepada masyarakat.
Tingkat kelulusan yang mencapai 93,33 persen pada UKW Angkatan 77, 78, dan 79 menunjukkan semakin tingginya kesadaran wartawan untuk terus meningkatkan kualitas profesinya. Di sisi lain, keberhasilan Aninggelldivita sebagai peserta UKW Madya termuda menjadi simbol bahwa regenerasi wartawan profesional di Indonesia berjalan dengan baik dan memberi harapan bagi masa depan dunia pers nasional.
Artikel dengan judul : UKW: Aninggelldivita Jadi Peserta Madya Termuda, 93,33 Persen Wartawan Dinyatakan Kompeten
Pertama Terbit di : PULBAKET | Berita - Investigasi - CEPAT - TEPAT- AKURAT : Media Informasi Kajian Data Investigasi Yang Berimbang Objektif Profesional dan Independen
%0A%0A_Baca selengkapnya:_ %0A https://news.danakirtimedia.co.id/mitra-media-ukw-aninggelldivita-jadi-peserta-madya-termuda-9333-persen-wartawan-dinyatakan-kompeten/" data-action="share/whatsapp/share" onclick="window.open(this.href,'window','width=640,height=480,resizable,scrollbars,toolbar,menubar') ;return false;" title="share ke whatsapp">

URL berhasil dicopy
MAJALENGKA, 25 Juli 2026 – Pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan 77, 78, dan 79 yang berlangsung di Majalengka pada 22–23 Juli 2026 mencatat tingkat kelulusan yang tinggi. Sebanyak 56 dari 60 peserta yang mengikuti seluruh tahapan ujian dinyatakan kompeten atau mencapai 93,33 persen. Salah satu sorotan dalam pelaksanaan UKW kali ini adalah keberhasilan Aninggelldivita, wartawan muda asal Kota Depok, yang menjadi peserta UKW tingkat Madya termuda dan dinyatakan kompeten.
Tingkat Kelulusan Uji Kompetensi Wartawan Capai 93,33 Persen
Pelaksanaan UKW Angkatan 77, 78, dan 79 diikuti oleh 70 wartawan yang telah mendaftarkan diri. Namun, saat registrasi hari pertama, sebanyak 10 peserta tidak hadir sehingga hanya 60 wartawan yang mengikuti seluruh rangkaian uji kompetensi.
Berdasarkan hasil evaluasi para penguji, sebanyak 56 peserta dinyatakan kompeten, sedangkan empat peserta lainnya masih berstatus belum kompeten.
Salah seorang penguji, Rita, menyampaikan bahwa tingkat kelulusan UKW kali ini mencapai 93,33 persen, menunjukkan semakin meningkatnya kualitas dan kesiapan wartawan dalam memenuhi standar kompetensi profesi.
“Tingkat kelulusan UKW 77-78-79 ini mencapai 93,33 persen,” ujar Rita saat mengumumkan hasil UKW, Kamis (23/7/2026).
Dengan bertambahnya 56 wartawan yang dinyatakan kompeten, jumlah wartawan yang telah lulus UKW secara nasional kini mencapai 20.869 orang.
Ketua Dewan Kehormatan PWI: UKW Bukan Sekadar Mengejar Kelulusan
Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat sekaligus penguji UKW, Atal S. Depari, menegaskan bahwa tujuan utama Uji Kompetensi Wartawan bukan sekadar memperoleh predikat kompeten.
Menurutnya, wartawan yang belum kompeten masih memiliki kesempatan untuk kembali mengikuti UKW setelah memperdalam kemampuan jurnalistik dan mempersiapkan diri lebih baik.
“Yang paling penting adalah keberanian menguji diri sendiri. Wartawan yang berani menguji dirinya sendiri berarti percaya terhadap profesinya. UKW bukan mencari siapa yang paling baik, tetapi menjadi cermin untuk mengetahui apa yang sudah baik dan apa yang masih harus diperbaiki,” katanya.
Atal juga mengingatkan bahwa wartawan yang telah dinyatakan kompeten tidak boleh cepat merasa puas.
Ia menekankan bahwa kompetensi harus terus diasah melalui proses belajar yang berkelanjutan serta menjaga integritas dalam menjalankan profesi jurnalistik.
“Yang tidak boleh hilang itu semangat belajar dan menjaga integritas. Jadilah wartawan yang tidak hanya pandai, tetapi juga mampu menjaga nama baik profesinya. Nama baik yang dijaga selama puluhan tahun bisa hancur hanya karena satu berita yang belum terverifikasi,” tegasnya.
Atal turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan UKW, termasuk Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Majalengka, serta Politeknik Merdira Indonesia.
Aninggelldivita Cetak Sejarah sebagai Peserta UKW Madya Termuda
Pelaksanaan UKW kali ini juga menghadirkan catatan menarik mengenai regenerasi wartawan profesional di Indonesia.
Aninggelldivita, anggota PWI Kota Depok, berhasil menyelesaikan Uji Kompetensi Wartawan tingkat Madya pada usia 22 tahun, menjadikannya sebagai salah satu peserta Madya termuda dalam pelaksanaan UKW.
Prestasi tersebut melanjutkan pencapaiannya saat mengikuti UKW tingkat Muda pada usia 18 tahun, tepat setelah lulus SMA. Saat itu, ia juga tercatat sebagai salah satu peserta termuda.
Keikutsertaannya menjadi bukti bahwa peningkatan kompetensi jurnalistik dapat dimulai sejak usia muda melalui komitmen terhadap profesionalisme, etika jurnalistik, dan pembelajaran yang berkelanjutan.
Aninggelldivita mengaku bersyukur dapat menyelesaikan seluruh tahapan UKW Madya dengan hasil kompeten meski harus bersaing bersama para wartawan senior yang telah memiliki pengalaman panjang di dunia jurnalistik.
“Alhamdulillah saya bersyukur akhirnya bisa menyelesaikan Uji Kompetensi Wartawan tingkat Madya ini. Awalnya saya sempat merasa minder karena sebagian besar peserta merupakan senior-senior yang usianya terpaut cukup jauh dengan saya. Namun, saya menjadikan hal itu sebagai motivasi untuk belajar lebih banyak dan membuktikan bahwa usia muda bukan penghalang untuk terus meningkatkan kompetensi sebagai wartawan,” ujarnya.
Keberhasilan Aninggelldivita menjadi inspirasi bahwa regenerasi insan pers profesional dapat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang jurnalistik.
Peserta Rasakan Manfaat Besar dari Uji Kompetensi Wartawan
Peserta UKW lainnya, Jejep Falahul Alam, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurutnya, pelaksanaan UKW merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi para wartawan untuk meningkatkan kualitas profesi.
“Ini menjadi pengalaman luar biasa. Kami berharap UKW PWI Jawa Barat bisa terus berkelanjutan sehingga wartawan semakin memiliki integritas yang tinggi,” katanya.
Hal serupa disampaikan Mega Purnamasari. Ia menilai UKW memberikan pengalaman baru sekaligus memperkuat pemahaman mengenai pentingnya menjaga integritas, tanggung jawab profesi, dan kualitas produk jurnalistik.
Sementara itu, Abdul Jaelani mengungkapkan bahwa selama dua hari mengikuti UKW, dirinya memperoleh banyak ilmu dan pengalaman dari para penguji.
Menurutnya, pelaksanaan UKW yang diselenggarakan PWI Jawa Barat bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat menjadi kesempatan berharga untuk meningkatkan profesionalisme wartawan.
“Terima kasih kepada seluruh pihak. Ini menjadi keberuntungan bagi kami sebagai peserta karena banyak mendapatkan ilmu dari para penguji,” tutupnya.
Uji Kompetensi Wartawan Dorong Profesionalisme Pers Indonesia
Pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan menjadi salah satu upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang jurnalistik sekaligus memperkuat profesionalisme pers Indonesia.
Selain mengukur kemampuan teknis, UKW juga menanamkan pentingnya integritas, independensi, serta kepatuhan terhadap Kode Etik Jurnalistik dalam setiap proses peliputan dan penyajian informasi kepada masyarakat.
Tingkat kelulusan yang mencapai 93,33 persen pada UKW Angkatan 77, 78, dan 79 menunjukkan semakin tingginya kesadaran wartawan untuk terus meningkatkan kualitas profesinya. Di sisi lain, keberhasilan Aninggelldivita sebagai peserta UKW Madya termuda menjadi simbol bahwa regenerasi wartawan profesional di Indonesia berjalan dengan baik dan memberi harapan bagi masa depan dunia pers nasional.
Artikel dengan judul : UKW: Aninggelldivita Jadi Peserta Madya Termuda, 93,33 Persen Wartawan Dinyatakan Kompeten
Pertama Terbit di : PULBAKET | Berita - Investigasi - CEPAT - TEPAT- AKURAT : Media Informasi Kajian Data Investigasi Yang Berimbang Objektif Profesional dan Independen
%0A%0A_Baca selengkapnya:_ %0A https://news.danakirtimedia.co.id/mitra-media-ukw-aninggelldivita-jadi-peserta-madya-termuda-9333-persen-wartawan-dinyatakan-kompeten/" data-action="share/whatsapp/share" onclick="window.open(this.href,'window','width=640,height=480,resizable,scrollbars,toolbar,menubar') ;return false;" title="share ke whatsapp">

URL berhasil dicopy

MAJALENGKA, 25 Juli 2026 – Pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan 77, 78, dan 79 yang berlangsung di Majalengka pada 22–23 Juli 2026 mencatat tingkat kelulusan yang tinggi. Sebanyak 56 dari 60 peserta yang mengikuti seluruh tahapan ujian dinyatakan kompeten atau mencapai 93,33 persen. Salah satu sorotan dalam pelaksanaan UKW kali ini adalah keberhasilan Aninggelldivita, wartawan muda asal Kota Depok, yang menjadi peserta UKW tingkat Madya termuda dan dinyatakan kompeten.
Berita lainnya: MITRA MEDIA : Aninggelldivita Lulus UKW Madya di Usia 22 Tahun, Digadang Jadi Wartawan Kompeten Termuda di Indonesia
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tingkat Kelulusan Uji Kompetensi Wartawan Capai 93,33 Persen
Pelaksanaan UKW Angkatan 77, 78, dan 79 diikuti oleh 70 wartawan yang telah mendaftarkan diri. Namun, saat registrasi hari pertama, sebanyak 10 peserta tidak hadir sehingga hanya 60 wartawan yang mengikuti seluruh rangkaian uji kompetensi.
Selengkapnya: MITRA MEDIA : BPN Rampungkan Pengukuran Lahan di Pasirjaya, Diduga Ada Oknum Provokator Diamankan
Berdasarkan hasil evaluasi para penguji, sebanyak 56 peserta dinyatakan kompeten, sedangkan empat peserta lainnya masih berstatus belum kompeten.
Baca juga: MITRA MEDIA : Damkar Pos Singajaya Garut Bantu Damkar Kabupaten Tasikmalaya Padamkan Kebakaran Pabrik di Bojonggambir
Salah seorang penguji, Rita, menyampaikan bahwa tingkat kelulusan UKW kali ini mencapai 93,33 persen, menunjukkan semakin meningkatnya kualitas dan kesiapan wartawan dalam memenuhi standar kompetensi profesi.
“Tingkat kelulusan UKW 77-78-79 ini mencapai 93,33 persen,” ujar Rita saat mengumumkan hasil UKW, Kamis (23/7/2026).
Dengan bertambahnya 56 wartawan yang dinyatakan kompeten, jumlah wartawan yang telah lulus UKW secara nasional kini mencapai 20.869 orang.
Ketua Dewan Kehormatan PWI: UKW Bukan Sekadar Mengejar Kelulusan
Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat sekaligus penguji UKW, Atal S. Depari, menegaskan bahwa tujuan utama Uji Kompetensi Wartawan bukan sekadar memperoleh predikat kompeten.
Menurutnya, wartawan yang belum kompeten masih memiliki kesempatan untuk kembali mengikuti UKW setelah memperdalam kemampuan jurnalistik dan mempersiapkan diri lebih baik.
“Yang paling penting adalah keberanian menguji diri sendiri. Wartawan yang berani menguji dirinya sendiri berarti percaya terhadap profesinya. UKW bukan mencari siapa yang paling baik, tetapi menjadi cermin untuk mengetahui apa yang sudah baik dan apa yang masih harus diperbaiki,” katanya.
Atal juga mengingatkan bahwa wartawan yang telah dinyatakan kompeten tidak boleh cepat merasa puas.
Ia menekankan bahwa kompetensi harus terus diasah melalui proses belajar yang berkelanjutan serta menjaga integritas dalam menjalankan profesi jurnalistik.
“Yang tidak boleh hilang itu semangat belajar dan menjaga integritas. Jadilah wartawan yang tidak hanya pandai, tetapi juga mampu menjaga nama baik profesinya. Nama baik yang dijaga selama puluhan tahun bisa hancur hanya karena satu berita yang belum terverifikasi,” tegasnya.
Atal turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan UKW, termasuk Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Majalengka, serta Politeknik Merdira Indonesia.
Aninggelldivita Cetak Sejarah sebagai Peserta UKW Madya Termuda
Pelaksanaan UKW kali ini juga menghadirkan catatan menarik mengenai regenerasi wartawan profesional di Indonesia.
Aninggelldivita, anggota PWI Kota Depok, berhasil menyelesaikan Uji Kompetensi Wartawan tingkat Madya pada usia 22 tahun, menjadikannya sebagai salah satu peserta Madya termuda dalam pelaksanaan UKW.
Prestasi tersebut melanjutkan pencapaiannya saat mengikuti UKW tingkat Muda pada usia 18 tahun, tepat setelah lulus SMA. Saat itu, ia juga tercatat sebagai salah satu peserta termuda.
Keikutsertaannya menjadi bukti bahwa peningkatan kompetensi jurnalistik dapat dimulai sejak usia muda melalui komitmen terhadap profesionalisme, etika jurnalistik, dan pembelajaran yang berkelanjutan.
Aninggelldivita mengaku bersyukur dapat menyelesaikan seluruh tahapan UKW Madya dengan hasil kompeten meski harus bersaing bersama para wartawan senior yang telah memiliki pengalaman panjang di dunia jurnalistik.
“Alhamdulillah saya bersyukur akhirnya bisa menyelesaikan Uji Kompetensi Wartawan tingkat Madya ini. Awalnya saya sempat merasa minder karena sebagian besar peserta merupakan senior-senior yang usianya terpaut cukup jauh dengan saya. Namun, saya menjadikan hal itu sebagai motivasi untuk belajar lebih banyak dan membuktikan bahwa usia muda bukan penghalang untuk terus meningkatkan kompetensi sebagai wartawan,” ujarnya.
Keberhasilan Aninggelldivita menjadi inspirasi bahwa regenerasi insan pers profesional dapat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang jurnalistik.
Peserta Rasakan Manfaat Besar dari Uji Kompetensi Wartawan
Peserta UKW lainnya, Jejep Falahul Alam, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurutnya, pelaksanaan UKW merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi para wartawan untuk meningkatkan kualitas profesi.
“Ini menjadi pengalaman luar biasa. Kami berharap UKW PWI Jawa Barat bisa terus berkelanjutan sehingga wartawan semakin memiliki integritas yang tinggi,” katanya.
Hal serupa disampaikan Mega Purnamasari. Ia menilai UKW memberikan pengalaman baru sekaligus memperkuat pemahaman mengenai pentingnya menjaga integritas, tanggung jawab profesi, dan kualitas produk jurnalistik.
Sementara itu, Abdul Jaelani mengungkapkan bahwa selama dua hari mengikuti UKW, dirinya memperoleh banyak ilmu dan pengalaman dari para penguji.
Menurutnya, pelaksanaan UKW yang diselenggarakan PWI Jawa Barat bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat menjadi kesempatan berharga untuk meningkatkan profesionalisme wartawan.
“Terima kasih kepada seluruh pihak. Ini menjadi keberuntungan bagi kami sebagai peserta karena banyak mendapatkan ilmu dari para penguji,” tutupnya.
Uji Kompetensi Wartawan Dorong Profesionalisme Pers Indonesia
Pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan menjadi salah satu upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang jurnalistik sekaligus memperkuat profesionalisme pers Indonesia.
Selain mengukur kemampuan teknis, UKW juga menanamkan pentingnya integritas, independensi, serta kepatuhan terhadap Kode Etik Jurnalistik dalam setiap proses peliputan dan penyajian informasi kepada masyarakat.
Tingkat kelulusan yang mencapai 93,33 persen pada UKW Angkatan 77, 78, dan 79 menunjukkan semakin tingginya kesadaran wartawan untuk terus meningkatkan kualitas profesinya. Di sisi lain, keberhasilan Aninggelldivita sebagai peserta UKW Madya termuda menjadi simbol bahwa regenerasi wartawan profesional di Indonesia berjalan dengan baik dan memberi harapan bagi masa depan dunia pers nasional.
Artikel dengan judul : UKW: Aninggelldivita Jadi Peserta Madya Termuda, 93,33 Persen Wartawan Dinyatakan Kompeten
Pertama Terbit di : PULBAKET | Berita – Investigasi – CEPAT – TEPAT- AKURAT : Media Informasi Kajian Data Investigasi Yang Berimbang Objektif Profesional dan Independen
Baca juga: MITRA MEDIA : Siswa Secata Rindam I BB Ditemukan Tewas, Kodam: Hasil Autopsi Bunuh Diri
Fingerprint: DM News-1176
Artikel ini diterbitkan pertama kali di
DM News oleh
redaksiMITRA MEDIA : UKW: Aninggelldivita Jadi Peserta Madya Termuda, 93,33 Persen Wartawan Dinyatakan Kompeten
Oleh: redaksi | 02:42 WIB, 25 Juli 2026
Seluruh konten di portal NEWS.DANAKIRTIMEDIA.CO.ID telah melalui proses verifikasi fakta dan penyuntingan oleh Tim Dewan Redaksi untuk memastikan standar jurnalisme profesional yang akurat dan berimbang.
Karya jurnalistik ini tunduk pada UU Pers No. 40/1999 & Pedoman Media Siber. Hak cipta dilindungi.
Follow WhatsApp Channel news.danakirtimedia.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow