PUNCAK JAYA, 19 April 2026 – Aksi kekerasan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah Papua Pegunungan menewaskan 12 warga dan memicu kepanikan massal. Insiden terjadi di Kampung Kembru, Distrik Sinak, pada 14 April 2026, menyebabkan puluhan warga mengungsi demi menyelamatkan diri.
Kronologi Serangan Brutal di Kampung Kembru
Peristiwa tragis tersebut bermula ketika kelompok bersenjata melakukan penyerangan secara tiba-tiba terhadap warga di Kampung Kembru, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak Jaya. Serangan ini tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga menyebabkan kerusakan permukiman warga, termasuk pembakaran honai.
Simak juga: Gubernur Papua Tengah Tinjau Korban Insiden Puncak
Akibat kejadian itu, sebanyak 12 orang dilaporkan meninggal dunia. Selain itu, puluhan warga lainnya terpaksa meninggalkan kampung halaman mereka dan mengungsi ke Distrik Melanikime serta sejumlah wilayah yang dianggap lebih aman.
Artikel terkait: Gubernur Papua Tengah Tinjau Korban Insiden Puncak
Korban Luka Jalani Perawatan Intensif
Sejumlah korban selamat mengalami luka serius dan kini menjalani perawatan intensif di RSUD Kabupaten Puncak Jaya. Salah satu korban berinisial N.K mengalami luka sobek di bagian kaki kanan, namun dilaporkan dalam kondisi sadar.
Tenaga medis terus memberikan penanganan maksimal guna menyelamatkan korban yang mengalami luka berat akibat serangan tersebut.
Evakuasi Korban oleh TNI-Polri dan PMI
Dalam perkembangan terbaru, tim gabungan TNI dan Polri berhasil mengevakuasi empat korban tambahan pada Sabtu (18/4/2026) sekitar pukul 13.55 WIT. Proses evakuasi berlangsung di tengah kondisi keamanan yang masih belum sepenuhnya kondusif.
Keempat korban tersebut langsung dibawa ke RSUD Mulia untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Mereka terdiri dari:
Daftar Korban Selamat yang Dievakuasi
- Ibu A.T mengalami luka di bagian leher dan jari
- D.W (3 tahun) mengalami luka pada urat dan kaki kanan
- A.W (5 tahun) mengalami luka di bagian dada kanan
- O.W (6 tahun) mengalami luka pada siku kanan
Proses evakuasi dilakukan dengan pengawalan ketat guna memastikan keselamatan korban maupun petugas di lapangan.
PMI dan Tenaga Medis Berikan Layanan Darurat
Palang Merah Indonesia (PMI) bersama RSUD dan unsur TNI terus memberikan pelayanan kesehatan kepada para korban, termasuk evakuasi lanjutan bagi warga yang masih membutuhkan penanganan medis.
Tim medis juga bergerak cepat menjemput warga dari lokasi-lokasi terpencil yang terdampak serangan, khususnya di sepanjang Jalan Trans Papua dan wilayah Distrik Puraleme.
Warga Harap Keamanan Segera Pulih
Di tengah situasi yang penuh ketidakpastian, para korban mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan oleh petugas. Mereka berharap kondisi keamanan segera pulih agar dapat kembali ke kampung halaman dan menjalani kehidupan seperti sediakala.
“Kami sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan. Kami berharap situasi segera aman,” ujar salah satu korban yang berhasil dievakuasi.
Pemerintah Tingkatkan Upaya Perlindungan Warga
Pemerintah daerah bersama aparat keamanan terus berupaya meningkatkan perlindungan bagi masyarakat. Selain fokus pada evakuasi dan penanganan korban, langkah-langkah strategis juga dilakukan untuk memastikan stabilitas keamanan di wilayah Papua Pegunungan.
Upaya ini melibatkan koordinasi lintas instansi guna mempercepat pemulihan kondisi sosial serta memberikan rasa aman kepada masyarakat yang terdampak konflik.
Situasi di Puncak Jaya hingga kini masih menjadi perhatian serius, mengingat potensi gangguan keamanan yang masih dapat terjadi sewaktu-waktu.
Penulis : Fahria
Editor : Alfiano
Sumber Berita: Puspen TNI












