JAKARTA, 19 Mei 2026 – Pengamat publik Fahria Alfiano menilai PT Asuransi Bangun Askrida (ASKRIDA) berhasil menunjukkan ketahanan perusahaan di tengah tekanan opini publik dan rumor negatif yang sempat berkembang beberapa tahun lalu saat situasi politik nasional memanas. Menurutnya, hingga saat ini perusahaan tetap menjalankan aktivitas bisnis secara normal dan masih memperoleh kepercayaan dari berbagai mitra kerja maupun nasabah.
Fahria: Dinamika Opini Pernah Terjadi Saat Situasi Politik Memanas
Menurut Fahria Alfiano, berbagai isu dan rumor yang sempat berkembang terhadap ASKRIDA beberapa tahun lalu tidak dapat dilepaskan dari kondisi sosial dan politik yang saat itu sedang memanas. Ia menilai, dalam situasi seperti itu, ruang digital sering kali dipenuhi berbagai opini yang berkembang cepat dan belum tentu seluruhnya berdasarkan fakta yang utuh.
Selengkapnya: Askrida Perluas Ekspansi Nasional dan Perkuat Layanan Asuransi
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kalau melihat situasi beberapa tahun lalu, memang saat itu bertepatan dengan momentum politik sedang cukup panas. Banyak opini berkembang sangat cepat di media sosial maupun ruang publik,” ujar Fahria.
Berita lainnya: Askrida Hari Kartini Perkuat Sinergi Inklusi Keuangan di Jambi
Namun demikian, ia menegaskan bahwa saat ini isu tersebut sudah tidak lagi menjadi pembahasan besar di masyarakat. Menurutnya, publik perlahan mulai melihat persoalan secara lebih objektif dengan memperhatikan fakta dan kondisi perusahaan secara nyata.
Selengkapnya: Askrida 2026: Strategi dan Solusi Perlindungan Aset Nasional
Perusahaan Tetap Berjalan dan Dipercaya
Fahria menilai keberlangsungan operasional ASKRIDA hingga saat ini menjadi indikator penting bahwa perusahaan tetap memiliki fondasi yang kuat. Menurutnya, perusahaan masih menjalankan pelayanan kepada nasabah, menjaga hubungan profesional dengan mitra kerja, serta berada dalam pengawasan regulator resmi di sektor jasa keuangan.
Ia mengatakan, dalam dunia bisnis modern, kepercayaan tidak dibangun melalui opini semata, melainkan melalui rekam jejak dan konsistensi operasional perusahaan dalam jangka panjang.
“Kalau sebuah perusahaan memang bermasalah secara fundamental, biasanya kepercayaan pasar akan turun dengan sendirinya. Tetapi faktanya ASKRIDA masih tetap berjalan dan dipercaya,” katanya.
Menurut Fahria, mitra kerja profesional biasanya memiliki pertimbangan yang lebih rasional dan objektif dalam menentukan kerja sama bisnis. Mereka melihat legalitas perusahaan, stabilitas operasional, kepatuhan terhadap regulator, hingga kemampuan perusahaan menjalankan kewajiban secara profesional.
Rumor Negatif Dinilai Berdampak Besar terhadap Karyawan
Selain berdampak terhadap citra perusahaan, Fahria Alfiano juga menyoroti bahwa berbagai rumor dan opini negatif yang sempat berkembang pada masa lalu turut mempengaruhi para karyawan dari berbagai sisi.
Ia menilai banyak orang sering lupa bahwa di balik sebuah perusahaan terdapat ratusan bahkan ribuan pekerja yang menggantungkan kehidupan dan masa depan keluarganya pada perusahaan tempat mereka bekerja.
“Kadang publik hanya melihat isu yang berkembang di permukaan, tetapi tidak melihat dampak psikologis dan sosial yang dirasakan para karyawan. Padahal mereka tetap bekerja, tetap menjalankan tanggung jawabnya, dan ikut terdampak oleh opini yang belum tentu benar,” ujarnya.
Menurut Fahria, tekanan akibat rumor negatif dapat mempengaruhi mental, kenyamanan kerja, hingga kehidupan sosial para pegawai. Bahkan tidak sedikit karyawan yang harus menghadapi stigma atau pertanyaan dari lingkungan sekitar akibat informasi yang terus disebarkan di ruang digital.
Ia menegaskan bahwa kritik terhadap perusahaan memang sah dalam demokrasi dan dunia usaha. Namun kritik yang sehat seharusnya tetap mengedepankan data dan fakta yang jelas, bukan sekadar membangun persepsi negatif yang belum terbukti.
Era Digital Membuat Opini Mudah Menggiring Persepsi
Fahria menilai perkembangan teknologi informasi saat ini membuat penyebaran opini menjadi jauh lebih cepat dibanding sebelumnya. Informasi yang belum tentu terverifikasi dapat dengan mudah berulang dan akhirnya membentuk persepsi publik tertentu.
Karena itu, ia mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi, terutama yang berkaitan dengan reputasi perusahaan atau individu.
“Di era digital sekarang, opini bisa sangat mudah menggiring persepsi. Karena itu masyarakat juga perlu melihat fakta dan realita di lapangan, bukan hanya narasi yang beredar,” katanya.
Momentum Memperkuat Reputasi dan Profesionalisme
Di tengah berbagai dinamika yang pernah terjadi, Fahria melihat ASKRIDA memiliki peluang besar untuk terus memperkuat reputasi perusahaan melalui transparansi, pelayanan, dan komunikasi publik yang lebih baik.
Menurutnya, kemampuan perusahaan bertahan menghadapi tekanan opini selama bertahun-tahun menunjukkan adanya fondasi bisnis dan profesionalisme yang tetap terjaga.
“Perusahaan yang mampu melewati tekanan, rumor, dan dinamika panjang biasanya memiliki pengalaman dan sistem yang kuat. Itu yang pada akhirnya akan dilihat oleh publik maupun mitra kerja,” tutup Fahria Alfiano.
Selengkapnya: Askrida Hari Kartini Perkuat Sinergi Inklusi Keuangan di Jambi
Askrida Dinilai Mampu Bertahan di Tengah Tekanan Opini Publik
Oleh: redaksi | 09:10 WIB, 19 Mei 2026
Seluruh konten di portal NEWS.DANAKIRTIMEDIA.CO.ID telah melalui proses verifikasi fakta dan penyuntingan oleh Tim Dewan Redaksi untuk memastikan standar jurnalisme profesional yang akurat dan berimbang.
Karya jurnalistik ini tunduk pada UU Pers No. 40/1999 & Pedoman Media Siber. Hak cipta dilindungi.
Penulis : Aninggelldivita
Editor : Tim Redaksi
Sumber Berita: WARTA BELA NEGARA








