Konferensi Asia Afrika 1955: Bandung Jadi Sorotan Mata Dunia

- Jurnalis

Senin, 20 April 2026 - 05:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Konferensi Asia Afrika 1955: Bandung Jadi Sorotan Mata Dunia

Konferensi Asia Afrika 1955: Bandung Jadi Sorotan Mata Dunia

KOTA BANDUNG, 20 April 2026 — Tepat 71 tahun lalu, Kota Bandung menjadi pusat perhatian dunia saat Konferensi Asia Afrika digelar pada 18–24 April 1955, mempertemukan 29 negara untuk membangun solidaritas melawan kolonialisme, meredakan ketegangan Perang Dingin, serta mendorong perdamaian global melalui kerja sama internasional.

Latar Belakang Konferensi Asia Afrika

Konferensi Asia Afrika (KAA) lahir dari situasi dunia yang belum stabil pasca Perang Dunia II. Meskipun perang berakhir pada 1945, banyak negara di Asia dan Afrika masih berada di bawah kekuasaan kolonial.

Selengkapnya: Penandatanganan PKS Asuransi Kerugian Askrida dan Bank BPD Bali

Selain itu, dunia terpecah dalam dua blok besar, yakni Blok Barat yang dipimpin Amerika Serikat dan Blok Timur oleh Uni Soviet. Rivalitas ini memicu ketegangan global yang dikenal sebagai Perang Dingin.

Selengkapnya: Mahkota Binokasih Kirab Bogor, Warisan Sunda Menggema

Dalam kondisi tersebut, negara-negara Asia mulai menyadari pentingnya membangun kekuatan bersama. Solidaritas menjadi kunci untuk menghadapi tekanan geopolitik sekaligus memperjuangkan kemerdekaan.

Awal Gagasan dari Kolombo

Gagasan penyelenggaraan konferensi bermula dari pertemuan di Kolombo, Sri Lanka, pada 1954. Dalam forum tersebut, sejumlah pemimpin Asia membahas perlunya kerja sama regional yang lebih luas.

Indonesia kemudian mengusulkan agar forum tersebut diperluas dengan melibatkan negara-negara Afrika.

Peran Strategis Indonesia

Perdana Menteri Ali Sastroamidjojo menjadi tokoh penting yang mengusulkan pelaksanaan konferensi skala besar. Usulan ini mendapat dukungan penuh dari Presiden Soekarno.

Pertemuan lanjutan di Bogor menghasilkan keputusan penting, yakni Indonesia menjadi tuan rumah dan Bandung dipilih sebagai lokasi utama konferensi.

Persiapan Besar Menjelang KAA

Menjelang pelaksanaan Konferensi Asia Afrika, Kota Bandung melakukan berbagai persiapan besar-besaran. Pemerintah menyiapkan infrastruktur, keamanan, serta fasilitas pendukung lainnya.

Gedung Merdeka ditetapkan sebagai lokasi utama sidang. Bangunan tersebut direnovasi agar mampu menampung delegasi dari berbagai negara.

Fasilitas dan Akomodasi Internasional

Untuk menunjang kelancaran acara, sejumlah hotel ternama seperti Hotel Homann dan Hotel Preanger disiapkan sebagai tempat menginap para delegasi.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan sistem transportasi, pengamanan ketat, serta fasilitas komunikasi yang memadai.

Bandung pun bertransformasi menjadi kota internasional dalam waktu singkat.

Momentum “Langkah Bersejarah”

Pada 18 April 1955, suasana Kota Bandung dipenuhi antusiasme masyarakat. Ribuan warga memadati sepanjang Jalan Asia Afrika.

Para delegasi dari berbagai negara berjalan kaki menuju Gedung Merdeka dalam momen yang dikenal sebagai “Langkah Bersejarah”.

Peristiwa ini menjadi simbol kuat persatuan dan solidaritas antarbangsa.

Sambutan Hangat Warga Bandung

Kehadiran para pemimpin dunia disambut dengan penuh semangat oleh masyarakat. Antusiasme ini menunjukkan dukungan rakyat Indonesia terhadap perjuangan global melawan kolonialisme.

Pidato Soekarno yang Menggema Dunia

Konferensi dibuka secara resmi oleh Presiden Soekarno melalui pidato berjudul “Let a New Asia and a New Africa be Born”.

Dalam pidatonya, ia menekankan bahwa negara-negara peserta memiliki kesamaan nasib sebagai bangsa yang pernah dijajah.

Pesan Persatuan di Tengah Perbedaan

Soekarno menegaskan bahwa meskipun terdapat perbedaan ideologi, budaya, dan sistem pemerintahan, negara-negara Asia dan Afrika harus bersatu demi masa depan yang lebih baik.

Pidato tersebut mendapat sambutan luas dan menjadi salah satu momen paling bersejarah dalam diplomasi internasional.

Hasil Konferensi: Dasasila Bandung

Selama konferensi berlangsung, berbagai isu penting dibahas, mulai dari kerja sama ekonomi hingga stabilitas keamanan global.

Meski sempat terjadi perbedaan pandangan, seluruh peserta berhasil mencapai kesepakatan melalui dialog.

Sepuluh Prinsip Dasar

Hasil utama konferensi adalah Dasasila Bandung, yang berisi sepuluh prinsip dasar, antara lain:

  1. Menghormati hak asasi manusia
  2. Menjunjung kedaulatan negara
  3. Menolak intervensi asing
  4. Menyelesaikan konflik secara damai
  5. Mendorong kerja sama internasional

Prinsip-prinsip ini kemudian menjadi fondasi penting dalam hubungan internasional modern.

Dampak Global Konferensi Asia Afrika

Konferensi Asia Afrika memberikan dampak besar terhadap dunia internasional. Salah satu pengaruh utamanya adalah lahirnya Gerakan Non-Blok.

Gerakan ini bertujuan menjaga independensi negara-negara berkembang dari pengaruh blok besar dunia.

Inspirasi bagi Kemerdekaan Negara Lain

KAA juga menjadi inspirasi bagi negara-negara yang masih dijajah untuk memperjuangkan kemerdekaan.

Solidaritas Asia-Afrika membuka jalan bagi terbentuknya tatanan dunia yang lebih adil.

Relevansi KAA di Era Modern

Lebih dari tujuh dekade berlalu, nilai-nilai Konferensi Asia Afrika tetap relevan hingga saat ini.

Di tengah dinamika geopolitik global, prinsip perdamaian, kerja sama, dan kedaulatan masih menjadi fondasi penting.

Bandung sebagai Ikon Sejarah Dunia

Gedung Merdeka dan kawasan Jalan Asia Afrika kini menjadi simbol sejarah yang terus dikenang.

Tempat ini tidak hanya menjadi destinasi wisata sejarah, tetapi juga pengingat akan pentingnya persatuan global.

Pelajaran bagi Generasi Masa Kini

Konferensi Asia Afrika memberikan pelajaran penting bahwa dialog dan kerja sama adalah kunci dalam menyelesaikan konflik.

Semangat persatuan yang lahir di Bandung harus terus dijaga oleh generasi masa kini.

Dalam dunia yang semakin kompleks, nilai-nilai tersebut menjadi semakin relevan.


FAQ Konferensi Asia Afrika (SEO Schema)

Apa itu Konferensi Asia Afrika?

Konferensi Asia Afrika adalah pertemuan internasional yang digelar di Bandung pada 18–24 April 1955 yang diikuti oleh 29 negara dari Asia dan Afrika.

Apa tujuan Konferensi Asia Afrika?

Tujuannya adalah memperkuat solidaritas negara berkembang, melawan kolonialisme, serta menciptakan perdamaian dunia.

Apa hasil utama KAA?

Hasil utamanya adalah Dasasila Bandung, yaitu sepuluh prinsip dasar hubungan internasional yang damai dan setara.

Apa dampak KAA bagi dunia?

KAA menginspirasi lahirnya Gerakan Non-Blok dan memperkuat posisi negara berkembang dalam politik global.

Baca juga: Perundungan Guru di Purwakarta Disikapi Disdik Jawa Barat

Fingerprint: DM News-510

Penulis : Fahria

Editor : Alfiano

Satu tanggapan untuk “Konferensi Asia Afrika 1955: Bandung Jadi Sorotan Mata Dunia”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel news.danakirtimedia.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penandatanganan PKS Asuransi Kerugian Askrida dan Bank BPD Bali
Mahkota Binokasih Kirab Bogor, Warisan Sunda Menggema
Perundungan Guru di Purwakarta Disikapi Disdik Jawa Barat
Perketat Pengawasan WFH oleh Pemkot Bandung
KAA 71 Tahun, Bandung Kembali Gaungkan Solidaritas Dunia
Gubernur Papua Tengah Tinjau Korban Insiden Puncak
Evakuasi Helikopter Jatuh Sekadau, 8 Korban Ditemukan
Serikat Pekerja Mitra Perusahaan, Kata Menaker

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 05:40 WIB

Penandatanganan PKS Asuransi Kerugian Askrida dan Bank BPD Bali

Rabu, 22 April 2026 - 07:33 WIB

Mahkota Binokasih Kirab Bogor, Warisan Sunda Menggema

Rabu, 22 April 2026 - 07:12 WIB

Perundungan Guru di Purwakarta Disikapi Disdik Jawa Barat

Senin, 20 April 2026 - 12:25 WIB

Perketat Pengawasan WFH oleh Pemkot Bandung

Senin, 20 April 2026 - 05:22 WIB

KAA 71 Tahun, Bandung Kembali Gaungkan Solidaritas Dunia

Berita Terbaru

Daerah

Mahkota Binokasih Kirab Bogor, Warisan Sunda Menggema

Rabu, 22 Apr 2026 - 07:33 WIB

Perundungan Guru di Purwakarta  Disikapi Disdik Jawa Barat

Daerah

Perundungan Guru di Purwakarta Disikapi Disdik Jawa Barat

Rabu, 22 Apr 2026 - 07:12 WIB

news.danakirtimedia.co.id
Pengelola Redaksi: PT DANAKIRTI MEDIA NEWS
Penerbit & Manajemen Bisnis: PT DANAKIRTI MEDIA GROUPS
NIB: 2801220007313 | NPWP: 63.108.079.3-002.000
KBLI Utama: 58130 | No. Sertifikat: 28012200073130001
Seluruh kegiatan jurnalistik news.danakirtimedia.co.id berada di bawah naungan badan hukum resmi patuh Sesuai UU Pers No. 40/1999.